Rahasia Kesuksesan Pesantren Al-Ittifaq Bandung

Bukan hanya sekali saya berkunjung ke Al-Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung.

Saat menempuh kuliah di UIN Bandung saya pernah diutus sebagai peserta pelatihan yang saat itu diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia selama 2 hari.

Sebulan yang lalu saya ikut serta dalam training dengan expert dari Belanda, Mr. johan Schounmakers sebagai ahli agronomi.

Saat tulisan ini kami angkat saya sedang magang di Al-Ittifaq yang diselenggarakan Pemprop Jabar yang dengqn pelasana dari Dinas KUK Jawa Barat dalam rangka program One Pesantren One Produk (OPOP).






Kesuksesan Pesantren Al-Ittifaq

Yang pertama kali saya tuliskan dalam catatan tentang kesuksesan Al-Ittifaq adalah shalat berjamaah di awal waktu. Kami sebagai peserta magang selalu diingatkan. Tidak boleh ada yang shalat di asrama kecuali yang sakit atau wanita yang berhalangan.

Peraturan ini terlihat pada santri-santrinya. Mereka sangat disiplin sehingga shalat berjamaah sangat makmur hingga masjid penuh sampai barisan paling belakang.

Selanjutnya, saya melihat pucuk pimpinan ini adalah orang yang berani, mendalam ilmunya, dan terbuka dengan masyarakat. Tidaka ada pagar yang menyekat antara pesantren dan masyarakat sekitar.

Keterpaduan Al-Ittifaq dengan masyarakat telah dibangun sejak lama. Ini terlihat saat shalat berjamaah. Saya sering melihat di lingkungan pesantren yang msyarakat sekitarnya canggung untuk ikut berjamaah bersama santri.

Kemudian, saya mencatat bahwa pesantren ini mampu menembus pasar yang luas dan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk bergerak cepat memang bisa dilakukan oleh sedikit orang. Namun untuk tumbuh lebih besar anda membutuhkan team yang banyak dan solid. Inilah yang ada di Al-Ittifaq.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Rahasia Kesuksesan Pesantren Al-Ittifaq Bandung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel