Hubungan Keindahan Bahasa Pada Karangan dengan Pola Asuh Anak dengan Bahasa Santun

Menulis judul di atas saya teringat pada seorang teman sekampung. Ia bernama Deli Sadili. Perawakannya tinggi besar. Karena ia berlatih di sebuah perguruan silat postur badannya terlihat kekar dan atletis.

Saya tidak sedang membicarakan masalah perawakan dan sport terlampau panjang. Saya teringat pada tutur katanya yang halus dan sopan. Ia mendapatkan itu semua dari ibunya. Karena yang saya tahu bapaknya tidak menggunakan bahasa tinggi itu. Deli ini meskipun sedang marah bahasanya tetap halus. Itu sering saya saksikan kalau ia sedang bertengkar atau berkelahi. 


Kaitan Kuat Bahasa Tulisan dengan Bahasa Lisan

Saya baru tahu kalau ingin memiliki bahasa tulisan yang indah, salah satu cara yang paling efektif, adalah mesti terbiasa menggunakan bahasa halus. 

Habiburrahman El Shirazi dalam sebuah talkshow kepenulisan pernah menjelaskan hubungan yang kuat antara pola asuh di masa anak-anak dengan keindahan bahasa tulisa.  Beliau bahkan menegaskan bahwa anak yang diasuh dengan bahasa-bahasa rendah, orang datar, orang atau standar tidak mungkin akan memiliki bahasa tulisan yang indah kata-katanya. 

Solusi Terbaik Bagi yang Tidak Mengalami Pengasuhan dengan Bahasa Halus

Anda yang merasa diasuh dalam lingkungan keluarga yang tidak menggunakan bahasa bahasa halus atau sopan bisa menyiasatinya dengan banyak mendengarkan orang-orang dengan kata-kata yang halus. 

Dalam hal ini, bila anda ingin memperindah bahasa anda saat membuat karangan maka anda harus berkomitmen untuk mendengarkan lebih banyak perkataan perkataan yang menggunakan bahasa yang santun dan halus. 

Cara lain yang harus anda coba dan merupakan yang paling bagus adalah dengan membaca karya sastra yang menggunakan ungkapan ungkapan indah dan halus. 

Manusia selalu beradaptasi dengan lingkungannya. Sudah fitrahnya manusia untuk selalu mempelajari hal-hal baru. Anda akan beradaptasi dan anda akan memulai memiliki keterampilan dan pengetahuan baru selama anda mau berupaya dengan sungguh-sungguh.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel