Belajar Bahagia dari Burung yang Bersiul

Cara yang paling mudah agar anda bahagia adalah bersyukur atas nikmat-nikmat Allah.

" title="Belajar Bahagia dari Burung yang Bersiul" /> Seseorang pernah berkata, "Saya tidak punya modal untuk berbisnis." Dikatakan kepadanya, "Maukah aku membeli sebelah dengkulmu dengan harga Rp 500.000?" Ia menjawab, "Tidak mau." Kemudian dikatakan kembali kepadanya, " Kalau begitu modalmu 1 Milyar."

Kita seharusnya lebih bahagia dari pada burung. Siulan burung membuat kita terhibur. Seharusnya kita lebih terhibur dengan nikmat Allah yang terlalu banyak untuk kita hitung.

Terbanglah dan lihatlah dunia yang luas ini. Banyak orang yang tidak seberuntung anda. Seharusnya kita lebih bisa menerima apa pun yang ada pada kita.

"Suara burung di pagi hari yang menghiasi pendengaran kita, memberikan kita pelajaran agar senantiasa berjuang, sungguh-sungguh, optimis, rajin, percaya dengan Sang Pemberi Rezeki serta mau berusaha untuk mencari rezeki (seperti burung tersebut)".

Nashir Al Qathami, sedang menempuh program Magister di bidang Studi Ilmu Al Qur’an, Imam Masjid Jami’ Al Qadhi Riyadh, Saudi Arabia.
Twit Ulama | twitulama.com |

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar Bahagia dari Burung yang Bersiul"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel