Skip to main content

follow us

Tanda Orang Beriman Kepada Rasulullah SAW

Masalah ini memang berkaitan satu sama lain. Agama adalah sebuah ajaran yang totalitas dalam mengatur semua aspek hidup manusia. Sesungguhnya yang namanya hidup adalah satu kesatuan mskipun manusia ingin memberikan batasan-batasan.

Keterbatasan manusia tidak mampu menggambarkan kehidupan ini secara utuh. Ia membaginya menjadi beberaa bagian secara tersendiri namun tetap terkait secara keseluruhan. Ada yang namanya kehidupan ekonomi, sosial, dan seterusnya.

Soal iman kepada Rasulullah saw tentu tdak berdiri sendiri. Tidak ada iman kepada Rasul kalau tidak iman kepada Allah SWT. Iman kepada utusan Allah menempati posisi sentral. Demikianlah yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Di samping penjelasan tersebut, Allah juga memiliki kehendak bahwa yang akan menjelaskan agama yang diridoinya adalah manusia. Allah tidak memilih malaikat tidak pula jin. Maka dengan demikian iman kepada utusan Allah menjadi sagat logis adanya.

Bagaiaman seseorang bisa yakin kalau seseorang adalah utusan Allah SWT? Maka untuk mengetahuinya manusia bisa menetapkan kriteria-kriteria. Manusia pilihan Allah adalah manusia yang cerdas, menyampaikan apapun yang diperintahkan Allah meskipun seperti merugikan sang utusan dan membahayakan keselamatannya, terpercaya,  jujur, dan tidak minta upah.

Orang mungkin masih tidak percaya. Manusia dipengaruhi oleh persepsi dan kondisi hatinya. Bisa saja ia percaya bahwa seseorang adalah utusan Allah tapi hatinya terlanjur iri dan dendam. Penyakit hatinya itu membuatnya bersikap melawan dan mengunci lisannya untk mengakui dan menerima. Meskipun hatinya mengakui dan menerima.

Orang yang punya persepsi lain mengenai sang utusan Allah juga bisa saja tidak mengimannya. Ia takut kehilangan pengaruh dari kaumnya, hilang keuasaannya, atau ia berpandangan bahwa sang utusan membahayakan bisnisnya.

Maka untuk memperkuatnya Allah memberikan sejumlah keistimewaan yangberada di luar nalar namun logis. Hal-hal itu adalah mukjizat. Seperti Al-Qur’an yang mengalahkan akal mereka dari membuat yang semisalnya dan ternyata logis karena mukjizat itu datang dari Allah yang maha kuasa.

Lantas apa saja tanda bahwa seseorang telah percaya kepada Rasulullah saw … Cukup bagi kita sabdanya yang mulia:

لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به

Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga ia dapat mengikutkan keinginan hatinya itu sesuai dengan agama yang kubawa.

Hadits di atasa aalah rumus yang sangat mudah dan luas. Muah sekali mengucapkannya namun amat luas untuk mempelajari dan berat dalam mengamalkannya. Maka kita tidak bisa dan tidak boleh menganggap remeh hal ini.

Ini adalah hadiah dan tugas yang berat. Disebut hadiah adalah karena ini adalah kebaiikan Allah agar kita selamat dunia akhirat. Ini juga bagian dari tugas yang luar biasa beratnya. Untuk melaksanakannya kita harus mengerahkan hidup kita dan upaya kita untuk ini.

Banyak yang meyakini dirinya mencintai Rasulullah saw dan meyakini apa yang diperintahkannya, namun sesungguhnya banyak yang berdusta engan pernyataannya. Maaf aku tidak mampu melanjutkan bagian ini. Aku merasa tidak pantas karena diriku jauh dari yang seharusnya dalam mencintai dan menaatinya.

Hanya saja janganlah kita pesimis. Mari ikuti kajian-kajian yang membahas sunnah-sunnah Rasulullah saw yang sangat luas. Kita semua belajar dan tidak boleh ada yang menyebut dirinya paling menjalankan sunna Rasulullah saw.

Maka sikap kita kepada Rasulullah saw adalah mengagungkannya, mencintainya, membela sunnahnya. Maka degan demiakian semoga Allah memberikan kasih sayangnya kepada kita semua dan memberikan taufik-Nya agar kita bisa mengikuti sunnahnya. Amiiin ….

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar