Skip to main content

follow us

Sikap Paling Tepat Saat Terjadi Peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami

Satu minggu sebelum catatan ini saya tuliskan, terjadi tsunami hebat di pantai Anyer Banten. Banyak orang meregang nyaea, ratusan rumah dan gedung hancur, ribuan orang dari Banten dan Lampung dipaksa mengungsi.

Kesedihan tampak jelas di wajah mereka. Bantuan logistik telah pula sampai ke tangan mereka. Suasana begitu mencekam namun harapan harus tetap kuat.

Seorang muslim yang dididik oleh imannya mesti memiliki cara pandang yang postif terhadap musibah yang menimpanya. Musibah tidak boleh mempengaruhi imannya.

Sungguh terasa sulit bila harus bersabar sementara rumah hilang, anak meninggal, suami meninggal, istri meninggal, kerabat semua sedang bersedih. Namun tetap saja harapan tidak boleh hilang.

Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullahu berkata ;

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

"Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengizinkan untuknya (yakni bumi) terkadang untuk bernafas; sehingga muncullah gempa besar padanya. Dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama salaf ketika terjadi gempa bumi ; "Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat"

(Miftah Daris Sa'adah : 2/630) 

-------------------------------------🌹

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar