Mewaspadai Hati yang Lalai dan Malas Beribadah

Hadirin kaum muslimin yang mulia! Kami sampaikan penghormatan yang tinggi kepada saudara semua, ia dan kami ucapkan assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Bersyukur kita kepada Allah SWT yang memberikan kita kesempatan menuntut ilmu untuk memperbaiki diri dan ibadah kita kepada Allah. Maka kemudian setiap hari kita menjadi manusia yang selalu meningkatkan ketaqwaan.  Shalawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, ia kepada keluarga, sahabat, ia dan pengikutnya.

Hadirin! 

Sesungguhnya kita memilki musuh. Ada musuh yang dekat dan ada musuh yang jauh. Musuh yang jauh adalah syetan dan sekutunya. 

Musuh yang jauh pasti akan datang juga. Namun kita mudah menaklukannya.  Musuh seperti itu harus tetap diawasi meskipun mudah dikalahkan.

Yang harus lebih diwaspadai adalah musuh yang dekat. Siapa dia? Musuh yang dekat tiada lain dan tiada bukan adalah diri kita sendiri. 

Saat anda malas beribadah sementara nikmat Allah tidak berhenti tercurah dan datang kepadamu, ia maka jangan tinggal diam, ia tidak boleh merasa aman. Anda mesti sadar bahwa keadaan anda sangat berarti mengkhawatirkan. 

Anda sedang berada dalam siksaan yang sebenarnya bila tidak semangat beribadah. Kemalasan itu adalah hukum terhadap kelalaian kita kepada Allah SWT. 

Minta ampun lah kepada Allah atas kealpaan yang anda lakukan. Berlindung lah kepada Allah dari kejahatan dirimu.

Seseorang pernah menyatakan:

Lalai Beribadah

Lalai beribadah adalah hukuman akibat manusia berpaling dari Allah, Allah menjadikan dia lupa diri, mengharamkan baginya keberkahan umur, maka berlalulah usianya, habislah hari-harinya, dan dia tidak mengerjakan kebaikan.

نَسُوا اللَّـهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ

“Mereka lupa kepada Allah dan Allahpun membuat mereka lupa diri” (al Hasyr: 19)

@abdulaziztarefe - Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di … Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. 
Via Twit Ulama
______________

Hadirin! 

Itulah urgensinya kita lebih perhatian kepada diri kita. Ia Dahulukan memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain. 

Sahabt semua! 

Sesungguhnya program kerja ini akan kita lakukan tanpa henti selama kita masih berada di dunia ini. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua. Amiiiiin ...


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mewaspadai Hati yang Lalai dan Malas Beribadah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel