Skip to main content

follow us

Memiliki Istri Solehah adalah Kebahagiaan yang Paling Besar Dalam Hidup

Sahabat, saya kembali menceritakan tema ini berulang kali ke hadapanmu. Semoga anda tidak bosan. Saya tidak sedang unjuk ketakaburan, namun saya hanya bercerita tentang kebahagiaan yang saya rasakan saat ini. Saya percaya, bahwa cerita yang anda miliki lebih indah dan memukau dari cerita ini. Saya berharap, anda mau berbagi cerita tentang kebahagiaanmu dengan istri yang anda cintai. 

Sahabat, 

Satu hari, putri kecilku yang saat itu 4 hari lagi berusia 2 tahun, mengalami kecelakaan. Ia mengalami luka yang parah di bagian kaki dan betis. Aku lelaki yang sangar itu, tidak kuasa menahan tangis. Aku berteriak menyesali kelalaianku. 

Sahabat, 

Tahukah siapa yang mampu menangkanku? Dialah istriku tercinta. "Ini takdir Allah," begitu katanya padaku dengan tangan terus membelaiku. Saat itu hatiku hancir dengan perasaan bersalah. Namun ia mengingatkanku, bahwa kalau Bapaknya lemah lantas apa yang mau ditunjukkan kepada si Kecil. Aku tersadar dan mulai kembali melangkah. 

Sahabat, 

Istriku dan istrimu adalah manusia kuat yang supersibuk. Pekerjaannya seperti tidak pernah ada habisnya. Padahal itu semua adalah kewajibanku. Tapi ia begitu ikhlas. 

Sahabat, 

Saya sungguh merasa aneh, bila menemukan seorang suami yang tidak bersabar terhadap istrinya. Betapa bodoh bila ada seorang laki-laki yang menghancurkan hati seorang wanita. Apalagi wanita itu istrinya. Saya heran, wanita baik-baik disakiti hatinya. 

Padahal, anda tahu, sahabatku! 

Banyak laki-laki yang sangat ingin menikah tapi Allah belum mengizinkannya. Usia mereka sudah melebihi 20 tahu, ia hidupnya cukup, sehat, dan cerdas. Mereka mendamba pendamping hidup. 

Mari bersyukur atas nikmat memiliki istri yang baik. 

Tulisan ini kami lengkapi dengan sebuah kisah. 


DIA ADALAH WANITA "UTUSAN" UNTUK MENGUJI


Ibnul 'Arabi rahimahullah berkata ;

Abul Qasim bin Hubaib telah mengabarkan padaku di Al Mahdiyyah, dari Abul Qasim As Sayuri, dari Abu Bakar bin Abdirrahman, ia berkata: 

Adalah Asy Syaikh Abu Muhammad bin Zaid memiliki pengetahuan yang mendalam dalam hal ilmu dan kedudukan yang tinggi dalam agama. Beliau memiliki seorang istri yang buruk pergaulannya dengan suami. Istrinya ini tidak sepenuhnya memenuhi haknya, bahkan mengurang-ngurangi dan menyakiti beliau dengan ucapannya.

Ada yang berbicara pada beliau tentang keberadaan istrinya, namun beliau memilih untuk tetap bersabar hidup bersama istrinya. Beliau pun berkata ;

“Aku adalah orang yang telah dianugerahi kesempurnaan nikmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam kesehatan tubuhku, pengetahuanku dan budak yang kumiliki. Maka bisa jadi istriku ini diutus sebagai hukuman atas dosaku. Aku khawatir bila aku menceraikannya, akan turun padaku hukuman yang lebih keras daripada apa yang selama ini aku dapatkan darinya.” 

(Al Jami' Li Ahkamil Qur'an, 5/65). 

Kisah di atas menggambarkan akan ketajaman bashirah Syaikh Abu Muhammad bin Zaid, sekaligus jiwa ketawadhu'an beliau. Sehingga beliau masih bisa melihat adanya kebaikan pada istrinya yang menjadikannya layak untuk dipertahankan. Begitulah...


_______________ 🌹

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar