Hikmah Iman Kepada Taqdir yang Ditetapkan oleh Allah SWT

Hadirin, saudaraku seiman, rahimakumullah!

Sebelum lebih jauh kita merenungi soal taqdir marilah kita menyimak Allah Subhânahû wa Ta'âlâ_,_ berfirman, 

( مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا   ۗ  اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ )

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam__   Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah"
( QS. Al-Hadid : 22)


•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Hadirin yang mengharapkan kasih sayang Allah SWT!

Satu ayat ini seharusnya mampu menenangkan hati dan memuaskan jiwa kita dengan iman kepada Allah SWT.

Bila kita tahu bahwa Allah yang menetapkan taqdir maka tidak ada alasan lagi untuk khawatir. Karena yang menciptakan taqdir adalah Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Allah yang sangat luas rezekinya pasti tidak akan menelantarkan makhluknya. Dialah Tuhan yang maha mulia dengan pemberiannya yang tidak akan mampu kita hitung meskipun menggunakan komputer dan alat hitung yang canggih. 

Maka bila kita sudah tahu bahwa semua yang terjadi sudah ada ketetapannya akan tenanglah kita saat berdoa memohon bantuan dan pertolongan agar bisa melaksanakan ibadah kepada-Nya dalam lautan taqdir yang diciptakan Allah yang maha kuasa.

Saudaraku yang berbahagia!

Beriman kepada taqdir menjadikan kita semangat. Iman kepada taqdir menguatkan kita. Rasa takut hilang karena taqdir. Karena yang kita tahu bahwa kita harus bersandar dan memohon bantuan dari Allah SWT.

Lihatlah bagaiamana perjuangan Rasulullah saw.. Dialah manusia yang paling kuat imannya. Allah menyayanginya. Bila ia minta maka akan Allah kabulkan. Namun adakah Rasulullah berpangku tangan? Tentu tidak!

Rasulullah melakujan strategi-strategi dan taktik, ia orang yang paling sering berdoa, ia berperang, mengirimkan utusan, memeriksan tentara, mendidik sahabat, berlatih perang dan gulat, dan semua perjuangan yang penuh pengorbanan.

Mengapa ia tidak duduk sambil berdoa di Roufhah saja, bukankah itu lebih mudah, bukankah doanya mustajab? Rasul mengajarkan bahwa adanya usaha tidak boleh melunturkan seseorangvdari bertawakal kepada Allah.

Hadirin!

Demikianlah beberapa kalimat yang mendorong kita mengimani taqdir dengan keimanan yang penuh. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita semua agar bisa melakukannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hikmah Iman Kepada Taqdir yang Ditetapkan oleh Allah SWT"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel