10 Keajaban Menulis Nikmat-Nikmat Allah SWT

“Mengapa Tidak Kamu Tulis saja nikmat-nikmat Tuhanmu?” Begitu bisikan hatiku di saat ini.
Benar kata Ustadz Adi Hidayat kalau orang sudah mau bertaqwa maka Allah mau juga memberikan jalan.

Buktinya banyak dan itu yang terjadi kepada saya. Maaf bila anda tidak suka dengan ungkapan perasaan saya.

Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan saja. Semoga dengan ini ada hati lain yang memilii getaran yang sama.

Tidak ada orang yang mengaku dirinya sudah baik. Untuk berada pada lingkup kategori soleh sepertinya masih jauh.

Meskipun begitu orang tetap harus berupa. Dengan demikian ia punya alasan untuk mengatakan yan seharusnya dikatakan.

Saya Ingin sekali seperti mereka yang wajahnya teduh. Kalau saya memandang wajahnya ada ketenangan merasuk sukma. Dan itu nyata.

Maka saya berupa amendekati. Ternyata mereka sangat terbuka selapang hatinya yang penuh iman.

Tidak tampak rona curiga pada raut mukanya. Senyuman tulusnya begitu mengena ke dalam hati.

1001 Keajaiban Tangan dan Jarinya


Kemarin sore, tepatnya tanggal 14 Desember 2018 aku melihat seorang wanita terduduk di ranjang rumah sakit.

Tangannya terbngkus samping kebat. Terlihat di wajahnya lelah dan menahan rasa sakit.
“Ibu sakit apa? Tanyaku padanya.

“Ini” ia menjawab dengan hanya satu kata sambil memperlihatkan tangannya.

Saat samping kebatnya ia singkap aku langsung terperanjat.

Jelas di hadapanku emandangan yang mengerikan.

Tangan dan jarinya membesar. Warnanya merah dan ada borok di bagian pungungnya.
Pantas ia sangat kesakitan dan kebingungan.

“Semoga Allah menghilangkan rasa sakitnya dan segera menyembuhkannya!” Begitu seruku pada Allah untuknya.

Pengajian Seusai Maghrib


Kejadian itu mengingatkanku pada pertanyaan kepada murid-muridku yang lucu-lucu. Di serambi masjid aku pernah bertanya sambil mengacungkan tangan.

“Apa saja yang bisa dilakukan tangan?” Begitu tanyaku kepada mereka.

“Menulis, mencolek, memegang, menekan, mengambil, menahan, menarik, menari …. “
Begitu mereka menyebut banyak kata kerja untuk tangan.

Betapa banyaknya nikmat Allah yang wajib disyukuri dalam tangan. Tangan ini bisa menulis, lantas mengapa tidak menulis?

Pertanyaan itu terus saja menembakkan pelurunya hingga hatiku tergerak. Apalagi mentorku di KMO aalah seorang yang punya kendala di tangannya.

Tapi ia mampu melewati rintangan itu. Ia sukses menerbitkan buku.

Sedangkan sayayang tangannya tidak bermasalah tidak punya karya satu pun.
Betapa diri telah mendustakan nikmat Allah SWT.



Tuliskan Saja Pekerjaan Tanganmu


Kalau dipikir-pikir, apa sebenarnya yang menghambat orang untuk menulis. Tidak ada selain malas dan kurang bersyukur.

Soal malas, ini adalah musuh bebuyutannya peradaban. Kalau dia ada maka akan menjadi benalu. Yang bermental seperti inihanya akan puas dengan yang remeh temeh lalu menganggapnya sebagai maha karya.

Padahal yang ia sebut sebagai karya hanyalah debu-debu saja bila dibandingkan dengan yang dihasilkan orang lain.

Perbandingan itu bagi yang malas hanya akan menimbulkan penyakit hati saja. Ia akan menyalahkan keterbatasannya, temannya, dan lingkungannya.

Kurangnya rasa syukur tidak sedikit sahamnya pada kemuduran seseorang. Kwalitas orang yang kurang bersykur adalah kemandegan.

Memang malas dan kurang syukur adalah dua kata adik kakak yang tidak mau dipisahkan. Kedewasaan orang akan terlihat kalau ia mau berpisah dengan keduanya.

Apapun Keadaanmu Berbahagialah


Menerima apapun yang Allah berikan dan tentukan akan melapangkan dadamu. 

Kebahagian itu saat anda rido kepadaNya. Apapun yang terjadi anda mesti rela hingga tidak menyisakkan celah untuk angan-angan kosong yang meracuni pikiran anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel