Selvy Dwi Wahyuni: SEKOLAH KHUSUS RAMADHAN

Apa kabar sahabat semua yang sedang berpuasa. Semoga puasa perdana ini bisa kita jalankan dengan baik. Untuk melengkapi bacaan anda dalam rangka memperkaya ilmu dan pengetahuan Islam terutama yang berkaitan dengan Ramdhan, maka kami sertakan sebuah artikel penting ini.

Kali ini kami membawakan sebuah tulisan tulisan seorang anak negeri Indonesia. Namanya tertulis Selvy Dwi Wahyuni. Ia adalah pelajar di MAS Al-Holiliyah Cidaun jurusan MIA. Kini ia menempuh pendidikan di kelas XI dan aktif dalam berbagai organisasi intra maupun ekstra sekolah.

Sebelumnya kami juga menurunkan sebuah artikel dari pelajar lainnya dalam tema: Ramadhan Bulan Istimewa. Untuk membacanya silahkan ke link tersebut. Selengkapnya inilah artikel yang mesti anda baca kali ini di sini.

SEKOLAH KHUSUS RAMADHAN

Oleh: Selvy Dwi Wahyuni

Selvy: paling kiri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hallo sahabat, bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan bulan yang sangat mulia khususnya bagi umat islam. Keagungan bulan ramadhanpun tidak hanya dapat dirasakan oleh umat islam itu sendiri melainkan oleh seluruh umat manusia. Dibulan ramadhan juga kita diajarkan agar dapat mengatur berbagai hal. Oleh karena itu, bulan ramadhan disebut sebagai “Bulan Pendidikan atau Syahru At-Tarbiyah”.

Sahabat, Pendidikan di bulan ramadhan berhubungan langsung dengan penataan kembali kehidupan kita di segala bidang. Mengapa demikian ?, karena pendidikan di bulan ramadhan mencakup lahir dan batin. Yups, mari kita bahas satu persatu!.

Pertama, Ramadhan mendidik umat muslim untuk menundukan syahwatnya. Di bulan suci ini menjaga syahwat adalah hal yang paling penting. Seseorang yang telah mendapatkan pendidikan ramadhan akan dengan mudah menahan diri karena pada hakikatnya puasa adalah melemahkan syahwat. Syahwat bisa kuat dengan makan dan minum. Maka, dengan puasa syahwat bisa dipersempit gerakannya.

Kedua, ramadhan mendidik umat muslim agar senang berinfak. Ramadhan dapat membentuk jiwa orang yang berpuasa menjadi lebih dermawan, sehingga saat bulan suci ini telah berakhirpun kebiasaan mereka berinfak akan senantiasa terjaga.

Ketiga, ramadhan mendidik umat muslim agar merasakan penderitaan dan kesulitan orang lain. Saat berpuasa seluruh kaum muslimin akan merasakan haus dan lapar seperti yang sering dirasakan fakir dan miskin, sehingga saat mereka melihat orang lain serba kekurangan hatinya akan terdorong untuk membatu dan berbagi dengan orang-orang yang kesulitan.

Keempat, ramadhan mendidik umat muslim agar memiliki rasa persatuan dan persaudaraan. Mengapa demikian ?, karena ramadhan tidak membeda-bedakan antara yang miskin dan kaya. Umat muslim di seluruh penjuru dunia akan berpuasa dihari yang sama, berbuka di waktu yang sama dan memulai puasa pada saat yang sama pula, Sehingga akan muncul rasa kebersamaan pada hati masing-masing.

Kelima, ramadhan mendidik ketaqwaan dalam hati setiap umat muslim. Sebab, pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dari berpuasa dibulan ramadhan ini adalah membentuk insan-insan yang bertaqwa, yang mampu menghadirkan Allah SWT dalam setiap kegiatannya sehingga mereka akan senantiasa terbimbing menuju perbuatan baik yang diridhai-Nya.

Akhirnya, setelah sebulan penuh kita dididik, maka selanjutnya adalah mengamalkan ilmu itu di 11 bulan lainnya. Islam menginginkan orang yang berilmu agar mengamalkan ilmunya, karena pada hakikatnya menuntut ilmu adalah perubahan, dan perubahan adalah keniscayaan, sehingga orang yang beilmu niscaya akan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.

Nah sahabat, masih banyak lagi pendidikan di bulan ramadhan. Oleh karena itu mari kita sucikan bulan ini dengan hal-hal yang positif karena sungguh, puasa mampu membentuk manusia menjadi pribadi yang baru. Rasulullah bersabda :“barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah SWT, maka ia keluar dari bulan ramadhan sebagaimana bayi yang baru lahir”.

Wallahua’lam.

Demikianlah artikel ini kami hadirkan ke hadapan pembaca sekalian. Semoga saja kita bisa mengisi Ramadhan ini dengan amalan-amalan yang baik dan utama serta meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela. Amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel