Guru Pemberi Harapan

Menyaksikan sikap tidak disiplin para pelajar dalam upacara begitu memprihatinkan. Mereka yang seharusnya lebih disiplin sebagai insan terdidik malah bersikap sebaliknya. Sikap tubuh dan pandangan mereka telah berbeda dari yang seharusnya.

Seharusnya sikap sempurna dengan pandangan lurus ke depan menujadi sikap tubuh saat upacara berlangsung. Seharusnya tidak boleh berbicara baik sendiri maupun dengan yang lainnya.

Gerakan badan saat upacara seharusnya berdasarkan komando. Tidak boleh jongkok, jalan-jalan, apalagi bercanda dan mengeluarkan kata-kata cemoohan. Betapa sedikit penghormatannya terhadap pelaksanaan upacara.

Catatan ini mungkin hanya yang dilihat oleh penulis. Tentu saja tulisan ini sama sekali bukan menafikan prestasi gemilang yang diraih oleh para pelajar kita. Namun bila diperbandibgkan yang berprestasi dan yang belum punya prestasi tentu jumlahnya timpang.

Inilah yang terjadi hari ini. Namun tidak ada celah untuk berputus asa
 Guru yang selalu besar harapan sangat dibutuhkan. Todak ada kata menyurutkan langkah dan mengecilkan harapan untuk pendidikan yang lebih maju.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Guru Pemberi Harapan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel