Skip to main content

follow us

Doa Iftitah Populer di Indonesia

Doa Iftitah Populer di Indonesia - Do'a iftitah secara bahasa adalah do'a pembuka. Do'a ini merupakan aktifitas pembukaan yang dilakukan saat shalat. Ia berada antara takbiratul ihram dan bacaan al-fatihah.

Do'a iftitah juga sering disebut do'a istiftah. Cara membacanya adalah dengan cara sirr atau pelan. Batasannya adalah hanya cukup terdengar sendiri oleh yang membacanya. Maka tidak disukai bila bacaan do'a istiftah ini mengganggu orang yang sedang shalat di sebelahnya.

Do'a Iftitah Populer di Indonesia

Sebisa mungkin setiap muslim harus tahu dan hapal do'a iftitah. Upayakan kita bisa membacanya ketika shalat. Meninggalkan do'a iftitah saat ada kesempatan tidak disukai. Dan bacaan do'a iftitah ini harus dihentikan saat imam telah membaca Al-fatihah. bahkan bila seseorang datang terlambat sementara imam telah membaca Al-Fatihah bahkan sebentar lagi akan ruku maka orang tersebut tidak mesti membaca do'a iftitah.

Dalam kitab-kitab hadits dan fiqih terdapat banyak keterangan bahwa redaksi do'a iftitah ini sangat beragam. Kita dianjurkan untuk membacanya dengan cara berganti-ganti, dari satu bacaan ke bacaan lainnya. namun tidak dianjurkan membaca beragam versi itu sekaligus. Dan bagi imam tidak dianjurkan membaca do'a iftitah yang redaksinya panjang.

Di Indonesia sendiri - menurut yang saya tahu - sebagian redaksi do'a kurang populer. Mungkin redaksi do'a iftitah yang beragam versi itu populer di kalangan ahlu ilmi, muhaddits, fuqaha atau para cendikiawan.

Kali ini akan kami siapkan dua redaksi bacaan do'a iftitah yang populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Ini dia'

Pertama

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْن

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)

Kedua

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya:

“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”

Itulah dua redaksi do'a iftitah yang sangat populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Alangkah baiknya bila kita bisa membacanya secara bergantian. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menutupi kekurangan kita amin.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar