Skip to main content

follow us

Semua Amal harus dilakukan dengan Ikhlas

Hari sudah beranjak senjasementara keringat dingin mulai memenuhi sekujur tubuh, rasa lelah sudah mendera begitu beratnya, suara sudah serak, berjalan pun sudah tidak tegap, rambut kusut, muka pucat pasi, tersenyum seakan tertahan, dan punggung sudah ingin direbahkan.

Begitulah kira-kira keletihan di dunia. Semua tidak ada yang benar-benar senang dan enak. Yang dikira senang ternyata penuh dengan kegelisahan. Yang dikira sempurna ternyata penuh dengan cela dan tak luput dari cela.



Tersadar dari perenungan adzan ashar berkumandang pertanda senja memang benar-beanar senja. Insaflah diri ini bahwa usia semakin senja. Yang dulu ada sudah tiada. Yang dulu muda kini sudah tua. Yang dulu sebagai cucu kini sudah bercucu.

Begitulah dunia penuh dengan kelelahan. Bila saja hanya sekedar lelah ini yang kita dapatkan, maka teramatlah kita merugi. Bila hati hanya terpaut pada kesenangan sekarang di dunia ini, maka lelah bertambah lelah.

Maka benarlah Engkau wahai Rasulullah, bahwa seluruh amal harus disertai dengan tulusnya niat. Biar lelah tak sekedar lelah maka niat harus ikhlas. Agar amal berbalas pengabulan, maka amal arus ikhlas. Mari terus belajar dan mengamalkan. Jangan bosan dan jangan berhenti belajar dan berjuang.

Keikhlasan selalu berbuah manis meskipun awalnya terasa pahit dan membutuhkan banyak pengorbanan.

Saya mendengarseorang ustadz yang selalu memakai kata-kata, "Seikhlas-ikhlasnya". Dan ia benar. Kalau amal anda segunung maka dengan ikhlas maka ia menjadi gunung Himalaya. Namun bila amal anda tidak ikhlas meskipun amalan anda sebesar gunung Himalaya maka akan tetap menjadi debu yang berterbangan.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar