Menjaga Integritas Tangga Kesuksesan yang Paling Dibutuhkan Otang-Orang yang Ingin Menggenggam Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Anda tentu setuju dengan pembicaraan soal integritas yang tinggi dan dedikasi yang tinggi. Yang anda inginkan saat menyeleksi calon pegawai terbaik anda baik di perusahaan atau aspek kehidupan yang lainnya adalah orang yang paling berintegritas.

Berat kalau harus berbicara tentang topik ini. Penulis sendiri merasa belum bisa mencapainya. Namun sebaik-baik harapan tidak mesti harus menghalangi kebaikan yang lainnya yang masih banyak. Para laki-laki harus belajar sambil maju berjalan dan berlari. Biarlah apa yang ditemukan di perjalanan dan di tempat pelarian menjadi bekal untuk perjalanan berikutnya.

Soal integritas penulis ingat kisahnya Nabi Yusuf 'alaihissalam. Bagi anda ia adalah panutan dan idaman. Ia gambaran pemimpin masa depan yang hidup di masa lalu. Ia adalah contoh kesuksesan yang jadi teladan bagi umat.

Manusia, anda dan saya, kita, seharusnya seperti dia. Sebaik-baik orang adalah orang yang pandai bersyukur kepada Allah. Jangan berhenti mengucapkan alhamdulillah sampai lelah hingga terlelap dan nanti kalau Allah masih berkenan menitipkan hidup maka alhamdulillah akan terus diucapkan lagi.

Nabi Yusuf ash shiddiq adalah orang yang kuat fisiknya sekaligus sangat sangat terpercaya. Ia berintegritas. Pantas bila ia begitu karena Allah yang telah mendidiknya sejak ia kecil.

Ulama tabi'in --Bilal bin Sa'ad-- rahimahullahu berkata:

لاَ تَكُنْ وَلِيًّا لِله فِي الْعَلاَنِيَةِ وَعَدُوَّهُ فِي السَّرِيْرَةِ

❝Janganlah engkau menjadi seorang *wali* Allah di hadapan umum, namun tatkala sendirian justru menjadi musuh-Nya.❞

📚 (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Kitab Al Ikhlash Wan Niyyah, hal. 23).

Imam Suhnun rahimahullah juga mengatakan hal senada:

إِيَّاكَ أَنْ تَكُوْنَ عَدُوًّا لِإبْلِيْسَ فِي الْعَلاَنِيَةِ صَدِيْقًا لَهُ فِي السِّرِّ

❝Jangan sampai engkau menjadi musuh iblis di hadapan umum, sementara engkau menjadi temannya tatkala bersendirian!❞