Kebahagiaan Saat Melahirkan

Siapa yangtidak ingin jadi penulis padahal Allah telah menitipkan potensi untuk itu? Sungguh anda harus merasakan sensasi yang dirasakan banyak penulis saat ia mampu menghasilkan sebuah karya.

Banyak yang takut saat menulis. Ia merasa tulisannya jelek. Perasaan masih banyak tidak tahu banyak menghambat penulis. Apakah perasaan ini hanya dirasakan oleh penulis pemula. Kalau anda tida memulainya dengan menulis satu kata maka buku tebal itu tidak akan berwujud jua.


Mengapa anda tidak mengulang kesuksesan anda saat menulis sebuah status di Fbk? Bukankah anda merasa senang mampu menuliskannya. Bahkan bila anda selesaikan status yang sangat puitis anda menjadi sangat bangga dibuatnya.

Teranyata anda bisa, bukan?

Menulis sebuah karangan baik yang panjang atau yang pendek semuanya dimulai dengan satu kata pertama. Tuliskan saja kata itu seketika dan biarlah adik-adiknya menyusul saling berganti. Kebaikan kata pertama akan disusuk kata berikutnya. Bila dirasa kata pertama tiak baik, biarkan saja dulu dan lanjutkan menulis karena buruknya kata pertama akan ditambal dengan kata-kata anda berikutnya yang semakin bagus.

Kebahagiaan anda saat menghasilkan sebuah artikel bagaikan kebahagiaan seorang ibu yang baru melahirkan anaknya. Tidak ada rasa malu dan sakit itu karena kebahagiaan telah menghapus dan melebur semuanya. 

Buku pertama yang anda lahirkan akan menuntut lahirnya buku kedua. Seperti sang kakak yang ingin segera punya adaik dan sang ibu tidak keberatan bahkan sudah lama rindu ingin hamil dan melahirkan lagi.