Cara Bahagia dan Kaya Seperti Penulis

Menulis adalah salah satu pekerjaan yang paling baik. "Baik" yang dimaksud adalah berkah. Tentu saja yang paling nyata keberkahan itu apabila dengan memakan atau menggunakannya anda akan meraih kebahagiaan di surga nanti.

Tapi tidak usah menunggu bahagia nanti. Islam telah memberikan bocoran dan tidak dirahasiakan. Kita bisa menakar dan mengetahui amalan mana yang akan memasukkan seseorang ke dalam sorga dan mana yang malah akan menjerumuskannya ke dalam neraka.

Berkenaan dengan mata pencaharian yang paling baik Rasulullah saw bersabda:

عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور
Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan tiap jual beli yang mabrur

Rasulullah saw mengatakannya saat menjawab pertanyaan para sahabat tentang pekerjaan apa yang paling baik? Sahabat bertanya:

أي! كسب أفضل

Wahai Rasulullah saw mata pencaharian apa yang paling baik

Dai hadits ini maka anda yang akan memulai menggeluti dunia kepenulisan patut berbahagia karena penulis adalah orang yang menghasilkan uang dari tangannya. 

Tambahan Semangat


Membaca hadits ini, saya merasa ada tambahan semangat. Tidak jelas apa penyebabnya kalau menemukan kata-kata dari Rasulullah saw dan tepat pada sesuatu yang menjadi kerisauan hati rasaya seperti mendapatkah hadiah milyaran rupiah. Tidak jarang ungkapan-ungkapan itu diulang-lang beberapa kali karena sangat menikmatinya.

Tamasya Intelektual


Saat anda menulis buku atau artikel sesungguhnya akan lebi baik bila anda menikmatinya seperti anda dalam perjalanan. Sebagai penulis saya sangat menikmati aktivitas yang satu ini. Bila ada satu buah judul yang harus saya tulis tapi kemudian mandeg saya harus lari dan menggali inspirasi dari sekitar. Bila itu tidak mendukung maka saya lari ke buku. Biarlah buku membuka jendela dinia ke otak hingga membariskan kalimat-kalimat untuk disusun dalam sebuah karangan.

Seperti saat saya menulis tema ini sesungguhnya saya sedang asyik membaca sebuah buku parenting. Dan ada bait-bait di buku itu yang menarik hati saya untuk menulis ulang dengan gaya bahasa saya sendiri.

Sesekali memang kita harus membiarkan keliaran sejatinya kita menjelma sebebas-bebasnya. Biarkan imajinasi yang masih anak-anak ini bermain sesukanya. Tidak perlu menghiraukan apapun yang ada di luar anda. Menginjak anda remaja dalam kepenulisan mulailah akan anda tahu yang mana yang paling bagus.