Penyesalan Paling Dalam Anak Manusia yang Tidak Pernah Terobati

Sebelum penyesalam di akhirat nanti manusia sering merasakan penyesalan di dunia yang dekat ini. Saat luput sebuah kebaikan yang pada asalnya mudah dilakukan sungguh menyesakkan dada.

"Padahal saat itu saya sanggup memberikan uang sekecil itu, tapi entah mengapa hati saya saat itu menahan untuk mengulurkan bantuan."

Demikian yang saya dengar dari seseorang yang baru kehilangan adik tercintanya. Ia bercerita bahwa saat itu adiknya yang dikenal bengal datang memohon bantuan keuangan untuk berobat.



Ia tidak memberikannya bantuan bukan karena tidak kasihan namun ingin sesekali memberikan pelajaran. Sang adik sudah berulang kali datang dengan permasalahan yang sama namun sama sekali tidak pernah mau membayar. Bahkan satu saat uang yang dipinjamkan dipakai untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat.

Saat ini tinggal sesal yang terus mencabik-cabik hatinya. Sesal yang seolah tidak akan berakhir. Kini sang adik sudah terpendam di dalam gelapnya tanah dengan semua perasalahan yang akan ia hadapi.

Cerita yang membuka kisah ini tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang. Penyesalan yang dekat ini masih bisa terobati namun saat saat nanti di akhirat penyesalan tidak ada obatnya.