Mengenyangkan Perut Yang Lapar

Coba anda bayangkan perasaan orang yang lapar sementara tetangganya adalah orang-orang berada. Bagaimana kalau tetangga yang dimaksud itu adalah anda. Bagaimana bahkan kalau anda adalah orang yang lapar tadi, bagaimana perasaan anda terahadap teatangga yang tidak mau peduli.

Makanan yang anda katakan tidak enak hingga tidak disentuh itu akan begitu terasa nikmat di lidah orang yang kelaparan. Bahkan kalau pun hanya ada nasi dan garam serta segelas air, itu akan dirasa sebagai makanan surga atau anugerah besar yang turun dari langit.

Saat ini, anda berkecukupan maka jangan biarkan ada yang kekurangan hingga sengsara dan imannya rusak. Ia mengutuk dirinya, saudaranya yang tidak perhatian, tetangga yang acuh tak acuh, pemerintah yang ingkar janji, bahkan tuhannya yang telah mengabaikan doa-doanya.

Lantas, kalau datang yang membantu sementara ia bukan seagama dengannya lalu ia melepaskan Islam dan memeluk agama orang yang membantunya, bukankah ini kerugian bagi kita semua.

Pantas, untuk kebituhan perut begitu diperhatikan olehbAllah kemudian Rasulnya. Orang yangbtidak memperhatikan perut anak yatim dan fakir miskin dinilai telah mendustakan agama. Agama memerintahkan untuk memberi mereka makan atau mengabarkan dan mengajak orang lain membantunya tapi ia malah mengabaikan. Dengan tegas dia telah mendustakan agama secara terang-terangan. Selevel dengan orang-orang yang dulu mendustakan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an.

او تطرد عنهم جوعا

Bahwa amalan yang paling disukai oleh Allah Ta'ala adalah mengusir rasa lapar dari yang kelaparan.