Kebahagiaan Orang yang Tidak Punya Hutang

Kalau anda ingin tahu siapa yang paling bahagia hidup di dunia maka yang paling bahagia adalah orang yang memiliki kepercaayaan. Tapi ini tidak cukup karena sekedar percaya saja tidak memberikan kepastian. 

Dalam Islam diajarkan untuk hanya percaya dan yakin hanya pada satu Tuhan saja. Yaitu Allah. Inilah Dzat yang Maha Kuasa yang akan merubah hidumu yag miskin menjadi kaya. Mau bukti? Yakinlah dan pelajarilah ilmunya.

Ini adalah keyakinan asasi yang ada dalam setiap dad manusia. Meskipun seiring kesibukan suara hati ini tertutupi oleh keinginan, hawa nafsu, impian kosong, kemarahan, dan yang lainnya.

Namun di saat sendiri, saat di belakang layar, jauh dari kerumunan, perasaan adanya satu Tuhan akan kembali muncul tidak terelkan. Kalau anda merasa ada yang mengawasi maka Dialah Tuhan semesta Alam.



Selanjutnya hidup dalam kondisi tidak punya utang adalah kehidupan yang paling membahagiakan. Rayakanlah dengan penuh rasa syukur. Inilah kebahagiaan yang sebenarnya.

Orang yang punya utang hatinya gelisah takut ada yang menagih. Setiap kali pintu rumah diketuk hatinya langsung gemetar. Malam yang indah tidak lagi datang karena malam masih diselimuti pikiran gelap soal hutang.

Bila anda pernah merasakan betapa sempitnya hidup dengan adanya hutang maka jangan sekali-kali anda berhutang lagi. Bila Allah telah meberikan kekuatan kepadamu mampu membayar hutang yang pertama jangan kembali berhutang untuk yang kedua kalinya.

Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah berlindung kepada Allah dari lilitan utang dan tekanan orang. Karena hidup di bawahperintah bukan hidup tapi perbudakan. Begitu pula orang yang berhutang adalah budak dari orang yang menghutanginya.

Bagaimana agar anda diselamatkan Allah dari hutang-hutang itu? Pertama anda mesti bertaubat kalau anda berhutang tanpa alasan yang dibenarkan. Contohnya hanya untuk mengambil peluang berhutang saja, atau untuk foya-foya, meningkatkan gengsi, dan seterusnya.

Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menguatkan iman dan taqwa. Diantara yang paling penting adalah meninggalkan semua yang dimurkai Allah. "Siapa yang meninggalkan sesuatu karena bertaqwa kepada Allah maka Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik baginya.

Allah SWT berfirman: