Hati Berkelimpahan Rezeki Berkelimpahan

JADILAH SEPERTI POHON

كونوا كالشجر يرميهم الناس بالحجر فيرمونهم بأحسن الثمر
“.Jadilah engkau seperti pohon , ketika manusia melemparnya dengan batu ,namun pohon memberi mereka buah.

( Hasan Al Banna )

Tulisan ini kami sarikan dari sebuat catatan ustadz Faisal Kunhi. Banyak manfaat di dalamnya yang bisa diperoleh. Mari menyimak ... !!

Balaslah keburukan dengan kebaikan , muka yang kecut dengan senyuman manis, bakhil dengan  suka memberi, sifat tidak peduli dengan kepedulian , kalau itu yang anda kerjakan berarti anda telah menebar benih-benih dakwah yang akan engkau dapatkan hasilnya suatu saat.

Namun jika bara api engkau engkau siram dengan bensin, dendam dengan permusuhan, caci maki dengan umpatan, maka pastilah manusia akan pergi jauh darimu.

Allah memberikan peringatan kepada rasul Nya :

بِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]

Jika kelakuan buruk seseorang menjadikan kita melakukan hal yang sama kepadanya , maka orang itu berarti berhasil mendidik kita dengan sifat sifat yang buruk, contohnya orang yang cemberut kita balas dengan muka yang cemberut juga, maka itu artinya dia telah menjadi guru kita dalam ketidakramahan, padahal sikap yang terbaik saat bertemu adalah mereka yang memulai mengucapkan salam yang tulus, lalu tersenyum dan menanyakan kabarnya hari ini.

Perangilah manusia dengan cinta bukan dengan kebencian, luluhkan hatinya bukan fisiknya, jika hatinya sudah luluh maka ia akan memberikan mu segalanya, bahkan hingga sampai darahnya.

Allah berfirman kepada para juru dakwah Nya :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [An-Nahl/16:125]

Menyeru dengan hikmah maksudnya mengungkapkan bahasa dakwah dengan kata-kata yang bijaksana bukan yang bersifat menghakimi, karena dai bukanlah para hakim.

Berdakwah dengan hikmah artinya menyampaikan kalimat-kalimat dakwah yang bisa memberikan bekas di hati, karena dakwah yang bersumber dari hati akan masuk ke hati juga.

Dakwah dengan hikmah maknanya adalah dakwah yang penuh dengan kelembutan dan akhlak mulia bukan dengan mengangkat suara, berdebat kusir dan mudah menghina mereka yang tidak sepaham dengannya demikian yang di jelaskan oleh Prof Dr Wahbah Zuhaili dalam tafsir al wasith

FAISAL KUNHI

14 Nov 2018 Ansan Korsel