Bila Dunia Telah Dicinta Maka Keburukan Datang Berjamaah

by Wita Saida , at September 12, 2018
Aku berharap kepada diriku sendiri dan anda yang sudi membaca tulisan sederhana ini agar selalu waspada akan dunia. Apa yang yang saya maksudkan dengan "dunia"? Saya bermaksud menyebut segala sesuatu yang tidak diridoi Allah sebagai dunia.

Kalau kita punya uang yang banyak lantas kita bersedekah, membangun jembatan, rumah sakit, sekolah, pesantren, masjid, irigasi, dan hal-hal yang bermanfaat, maka itu BUKAN DUNIA. Amalan-amalan itu tadi manfaatnya akan terasa hingga ke akhirat nanti.

Sebaliknya, apapaun yang dipakai bermaksiat kepada Allah ITULAH DUNIA. Contohnya anda memiliki ijazah dari perguruan tinggi Islam yang berderet tapi anda suka menukar agama dengan kesenangan-kesenangan dunia maka ITU dunia.


Anda Wajib Khawatir

Kecintaan terhadap sesuatu yang remeh temeh di mata Allah tapi terasa indah dalam pandangan maka itulah Cinta dunia. Seseorang suka berzina maka itulah orang yang cinta dunia. Mengapa? Karena Allah mensyariatkan pernikahan, kenapa dia memilih berzina. Kalau begitu dia memilih yang rendahan, remeh temeh, kotor, dan tidak berkelas. Itu bukan perilaku orang-orang elit, spesial, dalam pandangan Allah SWT.

Berarti Bukan Tidak Boleh Kaya

Benar sekali. Mana ada Islam menyuruh anda melarat dan melarang anda kaya. Kalau begitu akan bertolak belakang dengan kisah orang-orang kaya di sekitar Rasulullah Muhammad SAW. Bukankah ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Abdurrahman ibn Auf, dan banyak lagi yang lainnya.

Lihatlah mereka. Mereka begitu paham. Yang dilarang agama adalah jangan Cinta Dunia bukannya dilarang kaya. Kalau orang kaya seperti utsman bin Affan justru itulah yang diharapkan. Semoga anda diberikan kekayaan yang berkah. Amiin ...

Yang sangat penting kita pahami, Islam adalah agama yang mengobarkan optimisme bukan yang menyuburkan pesimisme. Saya suka mendengar ada orang mengatakan "Buat apa Baca Qur'an kalau gak ngerti isinya!". Sepentas ini benar, tapi apa iya? Yang diperintahkan adalah membaca al-Qur'an, memaknai, dan mengamalkannya. Kalau begitu mengapa anda berkata seperti itu? (Maaf seharusnya dia yang ditanya bukan anda, tapi karena yang ada sekarang anda jadi anda saja yang jawab).

Seharusnya yang anda katakan adalah seruan yang penuh semangat dan membuat orang lain lebih berpacu lagi untuk beramal. Bukankah lebih baik bila anda katakan, "Mendengarkan bacaal Al-Qur'an sama dengan membacanya, alangkah baiknya bila disertai pemahaman dan pengamalan terhadapnya."
Bila Dunia Telah Dicinta Maka Keburukan Datang Berjamaah
Bila Dunia Telah Dicinta Maka Keburukan Datang Berjamaah - written by Wita Saida , published at September 12, 2018
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger