Liberalisme dalam Blogging

by Wita Saida , at Agustus 05, 2018
Kegiatan bloging akhir-akhir ini semakin dimudahkan dengan perkembangan media sosial. Kalau dulu harus mengetahui teknis SEO dan trik-trik lainnya untuk meningkatkan visitor. Teknik SEO memang tidak ditinggalkan saa sekali namun sekarang orang tidak perlu mahir dulu untuk mendapatkan jutaan dollar dari blogging.

Mesdia sosial seperti facebook dan instagram sangat mempengaruhi perilaku blogger. Blogger tinggal membayar ke media-media besar itu untuk menyebarkan konten yang terimpan di blognya. Dengan demikian jangkauannya akan semakin luas.

Pesatnya perkembangan ini membuat dunia blogging semakin asyik dan seru. Meskipun demikian saya menyangsikan ini aman dari sisi yang lain. Menyimpan kekhawatiran yang para terhadap dunia blog saat ini.

Saya mendaati bahwa semakin besar modal potensi keuntungan yang akan didapatkan pun akan semakin besar. Logikanya orang yang bermodal 10 juta lantas dapat dua kali lipat maka hasilnya sudah 10 juta. Sedangkan orang yang bermodal 100 ribu meskipun dapat 10 kali lipat tetap saja hasilnya hanya 900 ribu saja.

Model bisnisseperti ini memang rasional. Namun kekhawatiran akan hal ini semakin derparah bila mengusik ke belakang layarnya yaitu sistem liberal dalam hal ekonomi. Sampai di sini saya baru sadar betapa saya mengalaminya.

Selanjutnya, karena ikut nempel ke media sosial maka isinya tidak jauh-jauh dari hiburan, sensasi, berita viral. Artikel lain seperti tentang makanan memang lebih luas namun nilainya lebih rendah. Akankah selamat dari membicarakan dan mengeksploitasi orang lain.

Baca juga 

Liberalisme dalam Blogging
Liberalisme dalam Blogging - written by Wita Saida , published at Agustus 05, 2018, categorized as Akrab
Next Posting Lama
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger