Your Lucky Moment

Your Lucky Moment itu bisa saja anda mendadak disukai oleh wanita sholehah, kaya, cantik, keturunan terhormat, dan anda dinikahkan oleh orang tuanya. Ini mantap bukan? Bukankah ini yang banyak orang impikan.

Saat-saat anda beruntung sering kali membuat anda bingung. Mengapa ini terjadi kepada saya, padahal saya tidak ada maksud sama sekali, bermimpi pun tidak, niat pun tidak ada, mengapa saya mendapatkan ini. Begitu mungkin kenyataan banyak orang.

Semoga Lucky Moment ini menyadarkan anda bahwa ada kekuatan Allah yang mengarahkan kejadian itu terjadi kepada anda. Kabar baiknya banyak yang menyadari hal ini. Hanya saja patut disayangkan bahwa tidak jarang orang malah jadi jumawa dan menyatakan bahwa itu atas kecerdasannya.

Demikian yang penulis rasakan. Selama ini banyak sekali momentum keberuntungan terjadi. Misalnya saja saya mengirimkan sebuah artikel ke sebuah perlombaan menulis. Artikelnya sederhana tapi ternyata malah memenangkan kompetisi.

Saat itu berlangsung dan saya menikmati moment manis itu ada dua perasaan yang bisa berbeda sama sekali. Saya jumawa maka saya binasa atau saya insaf dan menyadari bahwa itu adalah karunia Allah terhadap saya. Bila saya sadar mungkin Allah akan memberikan banyak sekali tambahan.

Kemungkinan buruk selalu terjadi. Wasapada akan lucky moment selalu haru ada. Siapa tahu itu bentuk lain dari istidraj. Kalau ini disadari maka akan menjadi kemulian hidup di dunia dan di akhirat.

Lagi-lagi ini mukadimah yang terlalu panjang. Tapi saya mesti menuliskannya. Saya ingin menyatakan bawa Lucky Moment itu adalah saat anda mati dalam keadaan membawa Iman dan Islam. Itulah mati khusnulkhatimah. Artinya ujung hidup yang baik.

Bagaiamanapun kini keadaan anda, baik buruk, atau malah sangat buruk dari yang anda pikirkan, sebagai manusia sudah sepatutnya anda menginginkan kehidupan yang baik terutama diujungnya. Dan yang membawa Iman dan Islam adalah orang yang beruntung.

Baca juga:
My Shocking Moment

Your Lucky Moment
Sekarang ini, yang namanya Iman sebagai kenikmatan terbesar baru sebatas anda ucapkan dan tidak anda rasakan, bukan? Mungkin saya salah mengira. Namun memang itu tidak jadi sebuah hal yang sangat nikmat dalam hidup anda. Setidaknya anda tidak merasa itu sangat berharga.

Namun beramal dalam naungan Islam akan menjadikan momentum bahagia anda benar-benar terjadi. Karena nanti akan tampak bahwa itu kenikmatan terbesar yang sudah seharusnya semua orang menjaganya agar tidak lepas dari genggamannya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.