Gula-Gula Iman

Seseorang tidak akan dibiarkan begitu saja mengaku beriman. Akan selalu ada batu ujian yang akan membuktikan kebenaran iman. Saat ujian datang maka kepahitan lebih terasa. Meskipun begitu rasa iman adalah manis.

Kepahitan saat datangnya ujian keimanan berada di kulit arinya. Dan di bagian terdalam dari iman adalah manis, segar, lembut, sejuk, dan wangi. Iman terasa manis semani gula-gula dan harum bagaikan bunga.

Baca juga:
Ditolong Allah SWT

3 Tanda Iman Rasa Gula

Gula-Gula Iman
Sarip Hidayat
Iman akan terasa manis bila anda sanggup membayar harganya. Memang tidaklah murah karena sangat sulit untuk mendapatkannya. Banyak pengorbanan yang harus diberikan untuk mendapatkan iman yang manis.

Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ ، وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ ؛ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ، أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Apabila anda lebih mencintai Allah dan RasulNya dibanding yang lain maka anda sudah mendapatkan manisnya iman. Sulit juga ini, semoga Allah memberikan taufiqnya. Selanjutnya saat mencintai orang lain atau memberi sesuatu kepada seseorang maka itu dilakukan karena Allah SWT.

Dan yang terakhir bila ada dalam hati rasa takut akan siksaan neraka maka sesungguhnya ada iman dalam hati anda. Maka dengan demikian anda berpeluang merasakan manisya iman. Bila masih kecil kadarnya maka anda bisa membesarkannya dengan terus belajar dan berkumpul dengan orang-orang yang soleh.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.