Bedug

Bedug adalah penanda masuknya waktu shalat. Alat ini "dulu" digunakan dan ditabuh setiap kali waktu shalat tiba. Cara menggunakannya dengan dipukul memakai kayu khusus dengan nada khusus yang berulang 3 kali.

Selain sebagi tanda masuknya waktu shalat, bedug ini bisa berubah fungsi menjadi alat musik dalam sebuah orkestra monophonic ataupun orcestra. Bedug dalam fungsi ini seringada pada pagelaran seni dulkosid (dulag kosidah dan nasyid).

Baca juga:
Hiasan

Dewasa ini keberadaan bedug di masjid-masjid semakin berkurang. Selain karena sudah semakin canggihnya teknologi pengeras suara juga adanya landasan pemikiran tertentu yang mempengaruhinya.

Selain memiliki fungsi-fungsi tertentu, bedug juga memiliki fungsi lain. Mulai dari hiasan masjid yang fungsinya sama dengan jam dinding besar dengan suara NENG NONG yang menggelegar. Daya tariknya terletak pada ukurannya yang biasanya sangat besar dan ukirannya yang menarik.

Selain fungsi-fungsi tersebut sering juga terlihat ada yang kurang baik memperlakukan bedug ini. Pertama suka digunakan manusia menyimpan sandal dan kolor. Saking bagusnya bedug ini sebagai tempat penyimpanan tidak jarang anda mendengar bedug digunakan juga oleh jin untuk menyimpan santri yang nakal di tengah malam. Ini tidak tahu apakah santrinya yang nakal ataukah jinnya yang nakal?

Saat musim puasa wajib yang haya satu bulan itu, bedug mndapatkan fungsi lainyaitu sebagai alat membangunkan orang untuk makan sahur. Fungsi ini bagus sekali dilakukan apalagi keliling sambil membagikan nasi dan lauk pauk yang enak untuk sahur.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.