Indi Fujiani Khopifah Berbicara Soal Masalah Mencuri

by Wita Saida , at Oktober 01, 2017
Mencuri adalah mengambil brang orang lain tanpa sepengetahuan orang yang memiliki barang tersebut,lalu tidak mengembalikannya.Kita tudak boleh mencuri,karena mncuri adalah perbuatan yang tercela dan di benci oleh Allah SWT.

Berpijak dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa praktik pencurian yang pelakunya di ancam dengan hukuman had memiliki beberapa syarat berikut:

  • Pelaku pencurian adalah mukallaf
  • Barang yang di curi milik orang lain
  • Pencurian di lakukan dengan cara diam atau sembunyi-sembunyi
  • Barang yang di curi disimpan di tempat pnyimpanan
  • Pencuri tidak memiliki andil kepemilikan terhadap barang yang di curi
  • Indi Fujiani Khopifah Berbicara Soal Masalah Mencuri
    Indi Fujiani Khopifah
  • Barang yang di curi mencapai jumlah satu nisab.

Pelaku mencuri wajib dikenakan had mencuri yaitu potong tangan.Sebagian ulama berpendapat diantaranya imam malik dan imam syafi'i bahwa had mencuri mengikuti urutan sebagai berikut:

  • Potong tangan kanan jika pencurian baru pertama kali. 
  • Potong kaki kiri pncurian dilakukan untuk kali kedua.
  • Potong tangan kiri jika pencurian dilakukan kali ketiga.
  • Potong kaki kanan jika pencurian dilakukan untuk kali keempat.
  • Jika Pencurian dilakukan untuk kelima kalinya maka hukuman bagi pencuri adalah ta'zir dan ia dienjarakan hingga bertaubat.

MENURUT SAYA 

 Mencuri adalah mengambil barang orang lain yang bukan miliknya jadi mencuri hukumnya haram dan di benci oleh allah SWT dan mencuri adalah perbuatan yang tercela.
Indi Fujiani Khopifah Berbicara Soal Masalah Mencuri
Indi Fujiani Khopifah Berbicara Soal Masalah Mencuri - written by Wita Saida , published at Oktober 01, 2017, categorized as Fiqih
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger