Doa Iftitah yang Membuka Pintu-Pintu Langit

Doa Iftitah adalah doa setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Doa-doa ini dengan beragam kalimatnya selalu dibaca oleh Rasullah SAW.

Di antara sekian banyak doa iftitah ada doa yang berasal dari hadits taqriri. Dalam artian yang membacanya bukan Rasulullah SAW namun beliau menyetujui dan malah memberikan apresiasi.

Dengan demikian ada beberapa kesimpulan mengenai hal ini:

  • Tidak ada kesalahan dalam doa tersebut.
  • Ada keutamaan dalam doa itu.
  • Boleh dibaca oleh orang selain sahabat pertama tadi.
Adapun kalimat doanya adalah sebagai berikut:


اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً.


Demikian sangat populernya doa ini. Bukan hanya itu ternyata dibalik sederhana dan singkat doa ini memiliki keistimewaan. 

Baca juga:
Doa Khatam Quran Populer

Doa Iftitah yang Membuka Pintu-Pintu Langit

Mari kita simak sebuah hadits berikut ini:

وروى مسلم (601) عن ابن عمر رضي الله عنه قال : " بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ : اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مِنَ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا ؟ ) قَالَ رَجُلٌ مَنِ الْقَوْمِ : أَنَا ، يَا رَسُولَ اللهِ . قَالَ : ( عَجِبْتُ لَهَا ، فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ ) . قَالَ ابْنُ عُمَرَ : فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ "

Dalam hadits ini jelas sekali termaktub bahwa saat Rasulullah SAW mengimami shalat ada orang yang membaca doa iftitah seperti lafadz di atas.

Setelah selesai shalat kemudian Rasulullah SAW menanyakan perihal orang yang membaca doa dengan redaksi seperti yang didengarnya. 

Kemudian ada salah seorang sahabat ada yang menjawab bahwa dirinya yang membaca doa tersebut. Lalu Rasulullah bersabda; "Aku kagum kepadamu, dan karena doa itu pintu-pintu langit terbuka"

Mendengar keterangan Rasulullah SAW tersebut, Ibnu Umar, Perawi hadits ini menyatakan bahwa sejak ia mendengar pejelasan itu maka ia tidak pernah meninggalkan doa ini.