Doa dan Dakwah

Doa dan Dakwah adalah dua aktivitas yang memiliki akar kata yang mirip. Apabila ia berada dalam keadaan Madhi (kata kerja yang menunjukkan masa lampau) bahkan keduanya ditulis dengan lafazh yang sama.

Baca juga:
Doa dan Dakwah

Hanya saja saat melihat akar katanya (Mashdar) barulah di antara keduanya jelas berbeda. Maka oleh karena itu keduanya akan memiliki pengertia masing-masing. Agar leboh jelas marilah kita melihat Tashrif keduanya:

دُعاءٌ: دَعَا – يَدْعُوْ – دُعاءٌ  \ دَعْوَةً  – دَاعٍ – مَدْعُوٌّ -  اُدْعُ – لاَ تَدْعُ
دَعْوَةً : دَعَا – يَدْعُوْ – دَعْوَةً \ دُعاءٌ  – دَاعٍ – مَدْعُوٌّ -  اُدْعُ – لاَ تَدْعُ


Silahkan anda perhatikan! Di antara keduanya tidak ada perbedaan signifikan. Hanya saja kedua kata ini akan memiliki arah yang berbeda. Kata Dakwah ini adalah seruan kepada sesama manusia, meskipun Doa juga disebut Dakwah.

Hal ini jelas sekali pada doa berikut ini:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ

Dalam Al-Qur'an disebutkan::

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ


Adapun Doa menurut kalangan ahli bahasa Arab diartikan sebagai seruan kepada yang lebih tinggi statusnya dari yang menyeru. Dalam hal ini seperti Manusia menyeru Allah SWT.

Melihat beberapa sisi dari kata Dakwah dan Do'a ini, kami memiliki kesan bahwa keduanya memiliki keistimewaan yang mestinya tidak dilewatkan begitu saja.

Ingin sekali penulis membahas ini lebih dalam lagi. Hanya saja karena keterbatasan pengetahuan penulis mesti menghentikan artikel ini sampai di sini.

Tegur sapa dan komentar bisa anda layangkan kepada kami langsung melalui kolom komentar yang tersedia di bawah tulisan sederhana ini.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.