Remaja Tabu Membicarakan Pernikahan

by Wita Saida , at Juli 22, 2017
Apa benar remaja kita Remaja Tabu Membicarakan Pernikahan? Bila demikian apa yang harus diperbuat. Sejatinya ini adalah hal yang ada pada era sekarang ini. Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan seksual itu.

Bila dulu, yang saya tahu, di banyak pesantren sejak awal para peserta didik telah diperkenalkan dan diajari materi-materi yang berkaitan dengan masalah keluarga. Di sanalah para remaja mengenal adanya hak dan kewajiban suami isteri.

Remaja Tabu Membicarakan Pernikahan
Yang menjadi keheranan adalah kebanyakan tidak semuanya remaja lebih suka berpacaran dari pada serius mempersiapkan pernikahan. Bahkan kalau ditanya tentang menikah mereka seperti menampakkan bergidik. Padahal apa yang dilakukan mereka dalam proses pacaran lebih mengkhawatirkan.

Pendidikan keluarga memang lebih mengena dari pada pendidikan yang bahasa divulgarkan dengan pendidikan seksual. Justru kalau dalam Islam semua yang akan mengarah pada peningkatan kwalitas ibadah tidak boleh dianggap tabu.

Dulu Ibunda 'A-isyah memuji para wanita Anshar di Madinah yang tidak malu bertanya tentang urusan-urusan penting berkaitandengan darah haid. Bahkan dalam hal ini kita mengetahui dari sejarah ada wanita yang menggugat cerai suaminya.

Sesungguhnya agama Islam mengajarkan ajaran yang penuh dengan kesucian. Hingga sampai pada urusan ranjang sekalipun Islam membimbing agar semua itu berada dalam jalur yang benar, bersih, dan berkah.

Maka sesungguhnya pendidikan keluarga sejak dini ini bisa mengurangi kesalahan dalam tindakan para remaja dalam mengolah perasaannya, berinteraksi dengan lawan jenisnya, dan mengarahkan pada pergaulan yang bersih dari maksiat.
Remaja Tabu Membicarakan Pernikahan
Remaja Tabu Membicarakan Pernikahan - written by Wita Saida , published at Juli 22, 2017, categorized as Notes
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger