Orang Tua Tidak Pernah Mengajarkan Kegagalan

Siapa yang mengajarkan kegagalan kepada anda. Orang Tua Tidak Pernah Mengajarkan Kegagalan. Dalam hal ini anda mesti merenungkannya kembali lalu mengambil sikap atasnya.

Orang-orang mengatakan bahwa kegagalan hanya ada dalam kamus orang tua yang pecundang. Mengapa demikian? Karena dalam kamus bayi tidak pernah ada yang namanya kegagalan.

Baca juga: Orang Biasa Bisa Menjadi Pengusaha Sukses

Kalaupun setelah dewasa ada konsep gagal dan berhasil maka sesungguhnya para orang tua yang pecundanglah yang menjadikannya sangat negatif.

Citra negatif itu karena para pecundang salah bersikap atasnya. kata-kata negatif terhadap itu tampak laku dan mencari muka. Dama media sosial anda melihatnya setiap saat.

Kata-kata positif terhadapnya seakan dinilai sama saja. Tidak jarang orang yang mengatakan bahasa lain untuk kegagalan mendapatkan cibiran. Tidak ada kamusnya bila kegagalan disebut sebagai keberhasilan yang tertunda.

Bagi para pecundang, yang namanya gagal ya gagal. Sama sekali tidak ada penghargaan atas usaha sendiri atau orang lain saat menggoalkan sebuah tujuan.

Padahal dalam kamus kehidupan semua hubungan sebab-akibat mesti dipertimbangkan. Bukankah yang disebut kegagalan bisa menjadi kesuksesan menurut cara pandang yang lain. Dan anda mesti menerimanya meskipun harus menunggu beberapa saat.

Orang tua yang baik, yang bukan pecundang, selalu mengajarkan bahwa belajar bicara meskipun tidak bisa dipahami sebagai sebuah kesuksesan. Bagaikan bayi yang selalu mendapatkan senyuman dan ciuman saat baru bisa mengucapkan kata-kata dari mulutnya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.