Apa Enaknya Pinjam Uang dari Bank, Orang Dapat Untungnya Anda Dapat Buntungnya

Apa Enaknya Pinjam Uang dari Bank, Orang Dapat Untungnya Anda Dapat Buntungnya. Apakah pernyataan ini benar? Baca juga Mau Menanam Cabe Rawit Takut Gagal Karena Modalnya dari Bank.

Siapa yang untung dan siapa yang tiak untung saat nasabah dan bank bersepakat? Sesungguhnya keduanya sama-sama buntung dan tidak akan mendapatkan untung sama sekali.

Mengapa demikian?

Apa Enaknya Pinjam Uang dari Bank, Orang Dapat Untungnya Anda Dapat Buntungnya
Pertama dari yang menjadi nasabah ada bahaya yang terjadi pada dirinya. Pertama ia telah melanggar kesetiaan kepada Allah dan menyerahkan loyalitas kepada selainNya.

Apayang menjadi sebab?

Saat ia melakukan transaksi, misalnya meminjam uang, sesungguhnya ia telah memilih sesuatu yang tidak disuaki Allah kemudian RasulNya.

Ia telah rela melakukan kedekatan secara lahirian dengan lembaga yang dikutuk Tuhan. Ia telah bersepakat akan memberikan tambahan saat nanti membayar utang.

Islam datang untuk membebaskan manusia dari penjajahan apapun sedangkan ia merelakan lehernya dijerat oleh tali kekang yang akan membuatnya kembali menjadi budak.

Kedua,

Bila dilihat dari lahiriahnya, "sepertinya" kedua belah pihk untung. Nasabah diuntungkan dengan adanya penambahan modal. Sedangkan bank mendapatkan keuntungan dari penambahan tadi.

Namun kedua fenomena ini sama-sama mengarah pada satu peristiwa mengerikan yanitu kehancuran.

Siapa yang mendakwa adanya kekuatan abadi pada sesuatu yang menggunakan dan melakukan riba sesuangguhnya ia telah melakukan pertimbangan yang salah.

Karena siapa yang akan sanggup berperang dengan Tuhan dan RasulNya. Semua yang menantangnya akan segera dihancurkan. Bisa saja seketika harta itu hilang padahal itulah yang sangat diinginkannya.

Atau kejadiannya pelan-pelan. Lama-lama usaha raksasa itu akan mengalami kerapuhan dan akhirnya kehancuran yang tiba-tiba. Padahal semua orang mengira tidak akan ada yang lain yang mampu menghancurkannya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.