Pura-Pura Budeg Hingga Mati

Mengkaji perihidup orang-orang mulia membuat semangat berkarya kembali menguat. Menumbuhkan tekad hingga kembali bulat. Meneguhkan harapan sampai ke titik tertinggi. Menghilangkan kesedihan yang mendera.

Salah satu yang anda harus baca adalah kisah seorang ulama bernama Hatim Al-Ashamm. Ada rahasiah di balik julukan yang ia sandang. Al-Ashamm yang bermakna tuli ini ada cerita yang mengandung pelajaran bagi manusia culas yang mengaku modern.

Suatu kali datanglah ke hadapan Hatim seorang perempuan muda yang tampaknya terhormat untuk menanyakan suatu persoalan. Namun belum juga ia berkata, tiba-tiba terdengar suara kentut yang tidak mungkin akan diakui orang lain selain oleh pemiliknya, yaitu wanita tadi.

Mendadak mukanya merah karena sangat malu. Bayangkan saja, jangankan seorang wanita yang pemalu bahkan bila anda yang melakukannya pasti anda pun akan sangat malu. Apalagi yang dihadapi adalah seorang alim yang soleh.

Hatim tahu suara itu dan ia tahu siapa pemiliknya. Namun sejurus saat wanita itu berbicara ia sangat bagus ber-acting budeg. Hatim malah berkata "Keraskan lagi suaramu."

Wanita itu berkata lagi " bla bla bla ..."

Hatim mengatakan "Keraskan lagi ..."

Melihat laga Hatim yang begitu natural itu sang wanita akhirnya tenang dan meyakini bahwa Hatim itu tuli.

Demikianlah sebuah kisah yang sangat inspiratif. Dan tahukah anda, Hatim berlaga tuli hingga perempuan itu meninggal dunia. Lihatlah! Demi menutupi rasa malu seseorang ia rela berbuat seperti itu.

Lantas, bagaimana dengan kita. Bila ada yang berbuat seperti itu bukankah kita malah membuatnya sebagai bahan lelucon. Memang mungkin saja ini bukan hal yang serius. Karena hampir dipastikan semua orang akan terhibur. Meskipun demikian berbuat yang terbaik sangat dianjurkan.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.