Wanita Lain di Hatiku

Bus masih berada di tengah kemacetan tadi malam. Akhir pekan sering digunakan at Tuhan untuk bepergian. Memang makhluk yang namana manusia terkadang memiliki dua sisi. Ia bekerja agar hidup tenang namun setelah itu ia berani menantang kematian.

Dalam suasana yang membosankan itu ternyata masih ada yang bisa bermanfaat. Anda mesti berdzikir, demikian disarankan para ulama, baca koran atau buku, mendengarkan musik, browsing, ngobrol dengan teman sebangku, atau menyaksikan vidio.

Vidio Bang Iwan Fals di bus tadi menginspirasi tulisan ini. Ada lagu berjudul Ibu yang menghujam hatiku. Nadanya sangat syahdu dan liriknya mengalir deras ke sanubariku.

Ternyata sebait kata-kata cukup membuatku menitikkan air mata. "Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewari rintang untk aku anakmu. Ibuku saya maaih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah." Begitu seyerusnya dan mata serta telinga mengiringinya hingga lusan pun bersama memanjatkan doa.

Ternyata bila disingkap, dalam hati seorang anak ada sosok wanita lain yang dicintainya selain isteri atau kekasihnya. Ia selalu menjadi harapan yang menambah semangat dikala harapan seolah lenyap dari pandangan.

Betapa sedikit baktiku padanya. Pernah suatu kali berharap akan bersamanya di tanah suci. Semoga harapan ini terlaksana hingga mampu menutupi tangis dan kecewa akan kelurangan bakti padanya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.