Cerita Tentang Negeri yang Bocor

Sanati sekali seorang sarjana ekonomi menceritakan sebuah negeri yang bocor. Tentunya yang namanya sarjana pembicaraannya berdasarkan referensi. Standard ilmiah dalam hal ini salah satunya harus berdasarkan rujukan.

Pertanyaan pancingan yang ia lontarkan diawaki deskripsi yang panjang. Mulai tentang sumber daya alam yang melimpah hingga luasnya negara. Di kalimat terakhir sebelum tanda tanya ia memberikan penajaman, kemanakah uang itu?

Yang bukan sarjana ekonomi mungkin tidak terlalu peduli dengan angka-angka itu. Yang jelas bagi masyarakat akar rumput asal perut terisi sudah bersyukur. Namun begitu logika sang sarjana perlu juga direnungkan.

Kesimpulan sederhana namun sulit dibantah adalah yang di judul tadi. Secara panjang bisa dijelaskan bahwa uang yang sebanyak itu tidak terasa di akar rumput karena habis di jalan. Seperti petani yang sawahnya tetap kering karena air dari hulu sudah disimpangkan ke tempat lain atau kasarnya ada kebocoran.

Banyak yang tidak bisa mempercayai adanya kebocoran di era digital sekarang ini. Bukankah di era modern seperti ini akan sulit bagi siapa pun berbuat jahat karena kamera pengintai dan mata-mata ada di mana-mana.

Bagian masyarakat akar rumput adalah bertanya karena kami tidak mengerti. Dan tugas para pemimpin memberikan penjelasan sebagai bukti tanggung jawab. Semoga negeri ini bisa berlabuh di pulau impian dengan selamat sentausa.





logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.