Asing di Bumi Tapi Terkenal di Langit

Selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai guru ngaji. Tidak lebih dari itu. Namun Kekayaan yang ia punya dan kedalaman ilmu yang ia miliki mengundang banyak pertanyaan. Siapa dan dari mana asalnya adalah dua pertanyaan yang sering didapatkannya.

Saat menjwab ia hanya mengatakan sebagai anak petani di Lereng Gunung Wayang. Kemasyhurannya bukan karena latar belakangnya namun karena akhlak dan ilmunya. Usut pjnya usut akhirnya yang penasaran mendapat jawaban pasti bahwa ia srorang putera ulama besar.

Demikian saya punya cerita. Mungkin saja cerita yang akan anda sampaikan kepada saya lebih menarik lagi. Yang kelas orang yang tidak sombong dengan garis keturunannya lebih menyenangkan hati.

Sesekali di sebuah perkampungan seseorang mengatakan bahwa dirinya putera si anu, seorang tokoh yang populer. Saat mendengarnya banyak yang merasa ada keganjilan. Sikap demikian memang sedikit banyak tidak diharapkan.

Bukan berarti menyembunyikan identitas namun sikap membanggakan keturunan dan silsilah kebanyakan hanya membuat orang membuang rasa simpati. Apalagi bola kwalitas penisbat lebih rendah dengan orang yang donisbatkannya.

Menghargai diri di antaranya adalah memaksimalkan yang ada pada diri anda dan melepaskan image bahwa anda ketrunan ini dan itu.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.