Al-Imam Al-Bukhari: Manusia Padat Karya

Setiap kita adalah detik-detik yang terus berjalan merapat ke penghujungnya. Tanpa sadar waktu-waktu itu menghabiskan kesempatan kita untuk beramal. Waktu yang telah lewat tidak akan bisa diulang kembali.

Amalan di masa yang lalu hanya akan menjadi kenangan. Masa-masa terbaik bagi seorang muslim adalah saat ia diberi petunjuk untuk mengisi waktunya dengan amal-amal terbaik. Dan bila tidak sesungguhnya ia hanya menjadi makhluk terkutuk.

Setiap orang mempunyai kesibukan masing-masing. Seharusnya kesibukan manusia hanya satu saja yakni beribadah kepada Allah. Bila kesibukan itu keluar dari tujuan ini maka kesibukan itu todak akan ada akhirnya karena hanya akan berpindah dari kesibukan menuju kesengsaraan.

Orang muslim.adalah orang yang mampu menyisipkan diri ke kancah zaman. Misinya adalah menghambakan diri kepada Allah semata. Semua yang filakukan, dibicarakan, dan doupayakan adalah kebebasan beribadah menjadi nyata adanya.

Siapakah orang hang bisa kita teladani sebagai muslim padat karya yang waktunya menjadi berharga di dunia dan akhirat? Salah satumya adalah Al-Ilam Al-Bukhari. Ia memanfaatkan waktunya untuk meninggikannagamanya, mendengarkannhadits, memeriksanya, menyaringnya, memuliskannya, hingga menyebarluaskannya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.