Pemimpin yang Tidak Fasih Berpidato, Tapi Sukses Menjadi Pemimpin Besar Sepanjang Masa

Bolokocono adalah seorang yang baru tinggal di kampung Pasir Angin. Baru 3 bulan lamanya sejak ia menikah dan membangun rumah di kampung tersebut ia meyakinkan diri untuk dekat dengan kyainya yang santun.

Sang kyai sangat mengagumi ketekunan Bolokocono dalam merawat masjid. Sejak kedatangannya hingga kini ia selalu mengontrol apapun kebutuhan masjid dan ia akan segera memperbaikinya bila ada yang rusak. Memang sangat langka orang yang hatinya terpaut ke masjid.

Suatu saat Bolokocono menginterupsi sang Kayai saat ada obrolan ringan dengan para pekerja yang sedang memperbaiki plavon masjid.

Bolokocono: Maaf kyai, hebat sekali Nabi itu, yang memimpin suatu kaum yang bandel dan suka memabngkai, padahal ia tidak fasih berkata-kata.

Kyai: Benar.

Bolokocono: Siapa dia Kyai, Nabi Apa?

Kyai: Memangnya kami tidak mendengarkan tadi?

Bolokocono: Tadi saya sedang mengerjakan sambungan plavon, jadi sedikit tidak jelas tadi.

Kyai: Oh begitu. Dia adalah Nabi Musa.

Bolokocono: Saya kagum kyai. Di masa sekarang saja kyai dan pemimpin yang fasih berpidato belum tentu akan berhasil memimpin umat yang karakternya seperti mereka itu.

Kyai: Benar, dan tahukah kamu kenapa bisa begitu?

Bolokocono: Tidak tahu Kyai.

Kyai: Karena Kang Jeng Nabi Musa selalu mendapatkan pertolongan Allah yang memberikan kepada Nabi Musa seorang saudara yang menyertainya berdakwah. Lantas pemimpin yang memiliki hati yang suci akan mampu menjadi pemimpin yang sukses

Dari obrolan imajiner di atas dapatlah kita mengambil hikmah bahwa di atas segala kecrdasan berpolitik dan leadership, ketaqwaan berada di atas semuanya. Karena iman dan taqwa adalah kekuatan yang akan membuat seorang pemimpin menjadi kuat dan mampu melindungi rakyatnya meskipun ia tidak fasih berkata-kata.

Apa yang kemudian bisa anda ambil? Salah satunya adalah pemimpin bkan hanya orang yang pandai berkomunikasi dengan lancar dan jelas namun lebih dari itu pemimpin yang kerjanya nyata se[perti anak-anak yang sedangn Kuliah Kerja Mahasiswa harus Nyata pula.

Yang kedua, yang disebut pemimpin adalah orang yang bisa menjadi bidan bagi kelahiran pemimpin baru yang akan melanjutkan visi dan misi membawa rakyatnya menuju masyarakat yang dirahmati dan diampuni Tuhannya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.