Pelajaran Penting Dari Desa Mekarjaya Cidaun

"Orang Sini mah salabar nya ... " Begitu ketua BKPRMI Cidaun, Kang Ahmad Sibaweh mengawali perbincangan kami saat melalaui kawasan Gerendong. "Pasti, makanya di kota banyak orang kampung yang sukses, seperti di kampus-kampus yang jadi dosen banyak dari kampung" saya menimpali. "Karena mereka sudah biasa hidup dengan penuh kesulitan" lanjut saya.

Perjalanan ke Desa Mekarjaya yang baru pertama kali ini memang dihadapkan dengan medan berat di perjalanan. Hingga menulis catatan ini pun tangan saya masih sakit karena terkilir sewaktu menahan beban motor yang kepalanya belok ke pinggir (baca: hampir terguling),

Memeriksan rem motor karena terjadi trouble


Kesulitan Orang-orang yang ada di kampung bila dikaitkan dengan beragam faktor sangat banyak. Kesulitannya lebih ke arah fisik adapun jiwa kita sama-sama tahu. Orang kampung jiwanya lebih tenang, lebih kondusif, dan terlihat sederhana.

Meskipun dari segi ekonomi kehidupan di kampung tidak jauh berbeda namun kesulitannya tentu ada. Tingginya biaya transfortasi (ongkosnya bisa sampai ke Bali), buruknya sarana transfortasi, infra srtruktur jalan, susah berkomunikasi, tidak ada signal, tidak ada internet, dan seterusnya.

Potensi desa yang sangat melimpah tidak banyak orang tahu. Orang-orang desa itu sedikitpun tidak mengurangi potensi kecerdasannya meskipun sekian lama hidup di kampung. Kalau anak-anak desa ini diberi kesempatan yang sama dengan orang kota saya yakin mereka pun akan memiliki keistimewaan.

"Orang Mekarjaya mah senang ngaos nya" kata Kang Yusuf, salah seorang anggota dewan dari fraksi golkar saat mengisi acara metel" (ngetest) anak-anak Mekarja di depan Bapak Bupati Cianjur. Benar sekali orang-orang Mekarjaya sangat religius dan pandai mengaji.

Golok Mekarjaya diserahkan Kepala Desa Mekarjaya kepada Bapak Bupati Cianjur sebagai cenderamata


Berhubungan dengan pandai ternyata Mekarjaya pun memiliki produk budaya dan keterampilan berupa Golok Mekarjaya. Saat itu dipamerkan juga kamonesan dalam seni silat dan beladiri sesuai 7 pilarbudaya Cianjur yang di antaranya ada men po.

Mekarjaya juga desa yang indah. Beberapa kali saya harus turun dari kendaraan untuk membidik angel yang bagus untuk kamera smartphone. Sangat puas bisa berfoto di tempat yang bagus indah dan rasanya tidak membosankan.

Istirahat sambl berfoto


Banyak sekali yang bisa saya catat, namun karena keterbatasn ruang dan waktu saya hanya akan mencatat satu hal lagi. Saya mendapati Masyarakat orang Mekarjaya sangat kompak. Yel-yel yang dipandu MC selalu berbalas dengan penuh semangat. Itu tandanya mereka kompak. Dan kekompakan ini tentu atas arahan Bapak Kepala Desanya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.