Nasihat Untuk Putra dan Putri Tersayang

Pada acara doa di MAS Al-Holiliyah saya mendengarkan ceamah yang menyentuh hati. Kuliah tersebut ditujukan sebagai nasihat dan tambahan motivasi untuk para pelajar namun saya yang mendengarkannya tetap mengambil manfaat.

Saya akan bagikan isi nasihat tersebut dalam alinea-alinea pendek. Mohon anda bersabar ketika membacanya. Karena saya akan menulas ulang nasihatnya dengan bahasa saya sendiri. Harapan saya anda akan mengambil manfaat darinya.

Jagalah Shalat Lima Waktu

Nasihat pertama adalah jagalah shalat lima waktu. Janganlah menunggu adzan atau iqamah. Sebisa mungkin anda pergi shalat sebelum adzan dan telah bersiap ke mesjid minimal 15 menit sebelum panggilan shalat dikumandangakan.

Jangan Keluyuran

Yang kedua adalah tidak boleh bermain semaunya, harus inggat waktu. Sebisa mungkin kalau tidak ada keperluan yang dibenarkan agama dan akal tidak usah keluar rumah. Lebih baik membantu orang tua saja.

Pembicara menambahkan sebuah penelitian ilmuwan yang mengatakan bahwa saat matahari menjelang pasukan-pasukan iblis telah dipersiapkan turun ke bumi dan mengisi semua kancah kehidupan untuk menjerumuskan manusia.

Berbeda dengan waktu pagi. Seharusnya semua manusia harus bangkit bersiap untuk bergerak dan beraktivitas mencari penghidupan, belajar, bekerja, berkarya, memproduksi, dan seterusnya. Manusia tidak boleh tidur di waktu pagi karena akan mengakibatkan kemalasan.

Sebisa mungkin anak-anak putra keluar mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dan menyaring dan mengambil yang baik-baiknya saja. Hati-hati dalam bergaul jangan sampai terkena pengaruh buruk.

Pelajar putri pun demikian dan harus lebih banyak berada dekat dengan orang tua. Tidak elok rasanya bila perempuan bermain-main ke luar rumah hingga larut malam. Kesana-kemari menikmati hal-hal yang tidak baik hanya karena ingin disebut keren.

Demikian yang saya tangkap dari pembicaraan. Sebenarnya masih banyak yang ada dalam isi ceramah. Namun rupanya kepala saya tidak menyerap semuanya. Maklum saja kepala saya keras bagaikan batu yang tidak tembus air. Semoga nanti isi kepala saya subur dengan ilmu.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.