Bukan Hanya Karena Seminggu 2X Dapat 10 Juta, Tapi Karena Ini

Seorang sarjana agama di sebuah perguruan tinggi di Bandung menuturkan kisah ini. Selepas pulang mondok ia pulang kampung dan menjadi pengajar Al-Qur'an bagi anak-anak kecil sehabis shalat Maghrib.

Selain itu, aktifiasnya ditambah dengan berkebun cabe dan bertani di sawah. Hidunya memang sangat santai dan tenang. Penyebabnya bukan hanya dari sisi psikologisnya sebagai kyai yang biasanya membuat orang menjadi sangat berwibawa, namun juga karena perekonomian keluarganya yang tercukupi bahkan lebih.

Dengan beternak Cabe (Inul) ia bisa memetik panen 4 hari sekali atau bila dirata-ratakan 2X semingu. Tidak banyak yang ia tanam. Ia hanya menanam sekitar 2.000 pohon cabe di pekarangan rumahnya.

Saat harga cabe me;ambung hingga menyentuh angka Rp 100.000 dan 4 hari sekali ia panen 50 Kg, bagaimana anda akan menghitung peghasilannya? Untuk itu kami akan memeperincinya dalam alinea di bawah ini.

Harga cabe Rp 100.000 X 50 Kg = Rp 5.000.000 satu kali panen
Sebulan ia panen 7 kali. Maka hasilnya adalah:
Rp 5.000.000 X 7 kali = 35.000.000

jadi per bulan ia mengantongi hasil Rp 35 juta untuk aktivitas "iseng-iseng berhadiahnya". Apakah anda tertarik. Sesungguhnya dalam bertani bukan hanya teratik dengan keuntungan besarnya namun juga karena itu termasuk dalam lingkup ibadah.

Sebagai inspirasi tentu saja Kyai hapa betul dengan sabda Nabi berikut ini:

مَنْ أَمْسَى كَالاًّ مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ أَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ (أحمد)

Barang siapa pada malam hari merasa kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah (HR. Ahmad)

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.