Biarkan Kyai yang Membayar Semuanya

Fenomena yang tidak elok di masyarakat yang Anda jumpai ini mungkin biasa. Kyai meminta sumbangan untuk mengadakan acara. Pasti ada yang berpikir ini tidak baik dan hanya akan menurunkan martabat kyai di mata masyarakat.

Kyai seolah-olah menjadi pengemis. Meminta belas kasihan orang untuk acara yang akan diselenggarakannya. Cara-cara ini seperti yang Anda pikirkan, sangat tidak pantas. Kyai ini seperti lemah dan harus dibantu selalu.

Ya Allah berikanlah kami kecukupan ... Sangat tidak elok seorang kyai menenteng map berisikan daftar nama donatur berikut satu berkas proposal. Ia berkeliling kampung, menghampiri warung-warung, mendatangi rumah-rumah, lalu duduk tertunduk menanti amplop yang dibagikannya.

Sungguh pemandangan yang menyedihkan. Seorang yang seharusnya dimuliakan. Ia tidak mesi berkeliling meluangkan waktu untuk itu. Seolah agama ini milk kyai saja dan orang-orang hanya duduk menunggu kyainya yang sedang berjuang sendiri.

Ini masih mendingan bila Anda merasa tidak rela melihat kyai harus berjuang sedemikian rupa. Mungkin kyainya ikhlas tapi Anda harus memiliki pikiran. Dan ada yang lebih buruk dari ini yang tidak boleh Anda lakukan.

Apa itu?

Yang paling buuk adalah Anda bagaikan umat Nabi Musa. Saat Nabi Musa memerintahkan mereka masuk ke suatu kaum mereka ogah-ogahan karena katanya ada penguasa zalim di dalamnya. Malah yang paling parah adalah mereka menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya memerangi kaum itu sedangkan mereka duduk-duduk santai menanti berita kemenangan.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.