Ternyata Masih Ada Orang yang Tidak Percaya dengan Kekuatan Doa

Sipa yang aku maksud dalam judul di atas. Setiap orang berbeda kecenderungannya. Dan itu bisa diarahkan dan dirumah melalui pendidikan. Selama ini doktrin adanya alam akhirat adalah sesuatu yang masuk akal dari pada menghilangkan balasan di akhir nanti. Itulah yang mengena ke dalam rasa keadailan kita.

Orang yang percaya adanya kekuatan Maha Besar di luar jangakan drinya berupaya ingin mengetahinya. Karena besarnya daya dan kekuatan itu maka segala perlindungan akan hidup yang penuh ancaman dipasrahkan keadanya.

Dan bila keyakinan itu ditambah dengan kepercayaan bahwa kekuatan Maha Dahsyat itu memiliki kecerdasan yang di luar nalar maka segala hal tentang masa kini dan masa depan bahkan masa lalu akan dipasrahkan semuanya.

Orang yang berdoa kepada kekuatan Maha Agung itu hakikatnya percaya bahwa Ia akan mampu mewujudkan harapannya bahkan hingga sampai kepada keyakinan paling ekstrim yakni tanpa upaya sekali pun.

Dalam ajaran agama-agama ada saja doktrin-doktrin tentang doa. Dan yang paling bagus dalam hal ini adalah ajaran yang disampaikan Islam kepada pemeluk-pemeluknya. Saat ia diperintahkan untuk meminta, berserah diri, dan meyakini, ia juga disyariatkan berupaya dan itu tidak mengurangi kadar kepasrahan dan kepercayaannya.

Bila masih ada orang yang tidak mau berdoa maka hakikatnya ia tidak percaya dengan kekuatan doa. Doa ini memiliki kekuatan karena adanya perintah Tuhan untuk melakukannya. Perintah tuhan memiliki konsekwensi janji dan ancaman.

Tentu saja orang yang menuruti perintah akan mendapatkan banyak keuntungan. Perintah berdoa berarti perlindungan, ampunan, rahmat, derajat, ijabah, rizki, dan banyak lagi yang lainnya. Dan sebaliknya tidak berdoa berarti jauh dari Allah, sempit hati, tidak berkah rizki dan dimurkai Tuhan.

Ternyata Masih Ada Orang yang Tidak Percaya dengan Kekuatan Doa
Ternyata Masih Ada Orang yang Tidak Percaya dengan Kekuatan Doa

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.