Saat Engkau Merasa Marah Keapad Allah?

Memang engkau bukan Nabi atau Rasul yang selalu mampu menahan marah. Dan mungkin selama ini belum bisa menauladani akhlak para Rasul Ulul Azmi yang terkenal kesabarannya itu. Tapi memang engkau harus bersabar.

Bagaimana caranya bersabar? Tidak ada jalan lain intuk bisa sabar selain sabar itu sendiri. Sabar itu adalah kata kerja yang aktif dan harus diupayakan. Dan sabar itu bertahap. Saat anak tangga kesabaran pertama mampu dipijak maka tangga berikutnya telah menanti, maka pijaklah.

Apa yang membuatmu marah?

Kami tahu, yang membuatmu marah adalah nasib yang ditetapkan Tuhan terasa tidak berpihak kepadamu. Padahal selama ini kami telah berdoa dan berupaya. Tapi mengapa seperti tidak ada perubahan sama sekali.

pandangan kita memang sempit dan tidak mampu menjawab semuanya. Lalu apa yang harus dilakukan? Jika harus menangis maka menangisnya. Hanya saja saran kami jangan menangis di muka umum.

kalau bisa meskipun engkau sedang tidak setuju dengan keputusan Tuhan, tetap datanglah ke rumahNya. Ia akan menjamu siapapun yang menjadi tamunya. Menangislah dan adukan. Mungkin tahapan awal ini kurang bagus. namun tahapan berikutnya Tuhan yang akan mengarahkan.

Saat Engkau Merasa Marah Keapad Allah?

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.