Pendidikan Para Bapak dalam Catatan Sejarah yang Agung

Siapa Bapaknya? Begitulah salah satu pertanyaan penting saat orang mengenali kepribadian seseorang. Pertanyaan itu akan berubah menjadi ketakjuban bila disertai dengan kehebatan seseorang dalam beberapa hal.

Bila kita mendengar nama Abdullah bin Umar maka kita harus mempelajari bapaknya. Siapa bapaknya itu? Dialah Umar Ibnu Al-Khatthab. Kemuliaan Abdullah Ibnu Umar tercatat dengan tinta emas.

Beliau sudah menjadi sahabat kecil yang diperhitungkan. Saat ayahnya menunjuk panitia pengangkatan khalifah ia masuk ke dalam salah satunya. Betapa mulainya ia. Dan tahuah anda bagaimana Umar mendidiknya?

Sesaat Umar akan masuk Islam terjadi cerita yang menari dan tercatat dalam catatan sejarah. Siapa yang mengabarkannya kepada kita? d\Dialah Abdulla bin Umar. Saat itu ia adalah seorang anak yang baru berumur 5 tahun.

Ketika Umar dikeroyok dan dipukuli Umar membiarkan Abdullah menyaksikan semuanya. Itulah pendidikan. Jangan menganggap anka kecil tidak boleh menyaksikan peristiwa-peristiwa penting. Jangan meremehkan kemampuan mereka.

Di sudut yang lain, kita mengenal Abdullah yang lain. Dialah Abdullah bin Zubair. Dialah cucunya Abu Bakar anak seorang wanita muslimah yang kuat bernama Asma binti Abi Bakar. Dialah bayi pertama Muhajirin yang lahir di Madinah.

Dalam sejarahnya Abdullah ini pernah menjabat sebagai khalifah dan kaum muslimin berbaiat kepadanya. Ia memiliki saudara bernama Mus'ab bin Zubair yang jadi gubernur di Irak yang saat itu merupakan jantungnya wilayah kaum muslimin.

Dan ada satu lagi aaknya Zubair adiknya Abdullah bernama Urwah. Anda sudah tahu bahwa ia adalah seorang alim dari kalangan tabiin yang ilmunya seluas samudera. dan ia punya kekhususan bahwa hadits mursal yang melalui jalur periwayatannya menjadi lebih tinggi derajatnya.

Kembali kepad Abdullah bin Zubair. Bagaimanakah ayahnya mendidiknya saat kecil. Ia dibiarkan bermain-main di area benteng dan di antara pasukan kaum muslimin. Ia memanjat ke tanah yang lebih tinggi untuk menyaksikan pertempuran.

Itulah para ayah yang sedang mendidik anak-anaknya agar memiliki kepribadian yang tangguh. Anak-anaknya dibawa untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa besar yang nantinya akan menghiasi jiwanya yang tangguh. 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.