Pahit-Manis Rasa Keikhlasan, Ujung-Ujungnya Kenikmatan

Ikhlas adalah nama dari suatu perbuatan. Perbuatan terjadi karena ada kehendak. Apalagi ini amalan hati. Maka peran kehendak sangat dominan. Gerakan hati ini ada yang cepat dan ada yang lambat. Semua kata kerja dengan pengulangan akan menambah kecepatan.

Keiihlasan merupakan gerak yang aktif. Ia bukan gerak mekanik yang otomatis. namun ia dipicu dan gerak yang diupayakan. Semakin dilatih maka akan semakin cepat terjadi. Keikhlasan adalah kesabaran. Ia bagian dari buah akidah yang diupayakan.

Mengikhlaskan berpadu dengan olah pikir. Berupaya ikhlas selalu bersama pikran. Ikhlas bukan terjadi tanpa pikiran kosong atau hasil dari pikiran bawah sadar. Maka seperti pergerakan lainnya ia membutuhkan pemicu.

Energi terbesarnya adalah keimanan. Semakin tinggi dan terjaga dengan ketaqwaan. Meskipun berat terasa ia akan terus dipergerakkan. Bila gerakannya melambat maka sesegera mungkin ia harus digerakkan lagi dengan ritme yang makin cepat.

Maka jangan menghakimi keikhlasan orang. Mungkin saja orang yang dipandang tidak ikhlas akan mendapatkan bagian terbesar dari pahala. Anda tidak tahu pengorbanan dan perjuangan yang dilakukannya untuk mengupayakan keikhlasan itu.

Mungkin saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengikhlaskan hingga ia ikhlas. Mungkin saja ia berperang dengan nafsunya ribuan kali untuk bisa ikhlas. Mungkin saja, dan anda tidak tahu, sebesar apa dadanya bergemuruh menahan diri dan menuju keikhlasan

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.