Kenapa Harus Capek-Capek Berdoa?

Kenapa Harus Capek-Capek Berdoa? Bukankah rezeki tidak datang dari langit dan keluar dari bumi? Bukankah belum pernah terjadi hujan emas dan perak dari langit setelah berdoa? Bukankah faktanya tidak ada orang bodoh menjadi cerdas seketika setelah berdoa?

Bagi saya yang awam itu pertanyaan yang sangat bagus dan mesti ada jawabannya. Jkarena amaliah dalam Islam tegak berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits yang menyuruh kita beramal beradasarkan akal sehat dan argumentasi serta dalil yang kuat.

Taruh saja semua yang didakwakan tersebut itu benar maka masihkah harus kita berdoa? Misalnya setelah berdoa minta kesembuhan ternyata yang terjadi malah sakitnya tambah parah. Atau saat meminta rezeki yang halal ternyata malah jadi miskin.

Tentu saja semua doa ada manfaatnya. Bila memang kita tidak mendapatkan semua yang kita minta namun kita masih punya peluang mendapatkan banyak kebaikan. Termasuk saat kita berdoa sesungguhnya kita tela diundang Allah untuk mengambil rezeki darinya.

Saat lisan kita digerakkan oleh Allah untuk berdoa sesungguhnya Allah telah menyiapkan ijabahnya. Apakah Allah akan mengabulkan semua yang kita minta. Jawabannya adalah Allah akan mengabulkannya dengan 4 kondisi.

Apa yang ada dalam kekuasaan Allah tentu lebih layak dari pada apa yang ada dalam genggaman kita. Karena sering kali burung atau pun capung yang ada dalam genggaman bisa terbang entah ke mana.

Yang ada dalam genggaman-Nya tidak akan lepas termasuk ruh kita. Mau kemana hendak kita lari maka di situ ada kekuasaan Allah SWT bahkan hingga sampai kita pindah dari bumi ini maka sesungguhnya kita tidak akan bisa lepas dari pengawasanNya.

Tentu saja keyakinan Allah akan maha Mampu mewujudkan yang kita pinta adalah keyakinan yang menjadi dasar dan menggerakan kita untuk berdoa. Tanpa keyakinan itu maka kita akan menyampaikan dalih-dalih dan alasan untuk tidak berdoa.

mata kita terkadang tertutupi oleh kebodohan dan sempitnya pengetahuan tentang Kebesaran Allah hingga kita lebih percaya dengan akal dan kecerdasan kita. Padahal bila dipikir-pikir kita ini sampai dimana pengetahuannya tentang diri kita sendiri.

Maka mengapa harus capek-capek berdoa bila tidak dikabulkan jawabannya menjadi banyak. Setidaknya jiwa ini ada dalam ketenangan. Karena ada yang kita tunggu dan kita nantikan. Dan Allah adalah maha kuat dan maha besar.

Tuhan itu Maha Kuat, terlalu remeh untukNya untuk mewujudkan cita-cita makhluq kecil seperti kita. Karena jangankan memberikan mobil bahkan menciptakan alam raya yang begitu besar ini pun Ia maha Mampu.

Sampai di sini ada lagi satu catatan penting. Kata siapa berdoa itu capek hingga mengatakan untuk apa berdoa capek-capek. Organ yang paling hemat energi adalah lisan. dan perbuatan lisan yang paling disukai dan mudah dilakukan adalah berdzikir dan berdoa. jadi berdoa itu mudah dan tidak melelahkan.

Mungkin hati kita sering kali lelah menunggu apa yang kita doakan. Mungkin saja bukan lisan yang lelah namun perasaan saat menanti terkbulnya doa itulah yang membuat letih hati dan perasaan. Yang harus diingat adalah Than mengabulkan dan mencipta sesuai kemauanNya dan di balik semuanya Ia lakuakan dengan hikmah tanpa kezaliman satu dzarrah pu.

Kenapa Harus Capek-Capek Berdoa?
Kenapa Harus Capek-Capek Berdoa? 

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.