Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya

Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya, merupakan kumpulan dari perasaan yang mengharu biru saat kemarin sore ada orang datang ke rumah orang tuaku untuk suatu kebutuhan. Jauh-jauh ia datang menepis rasa malu dengan harapan keluargaku bisa menutupi kebutuhannya.

Namun belum sempat ia masuk ke dalam rumah ia sudah tahu jawabannya. Tidak ada sesuatu yang bisa kami berikan untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhannya. Saat melihat wajahnya menampakkan rasa sedih yang berupaya ditutupinya hati ini malah memunculkan rasa sakit.

Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya, itulah saat aku mengalaminya sendiri. Bagaimana kalau itu terjadi pada kita. Saat datang jauh-jauh dengan harapan yang besar ternyata harus gigit jari dan harapanpun sirna.

Mungkin kami ini bukan seperti keluarga Ali dan Fatimah yang rela kelaparan demi perut yang lapar. Sepotong roti di tangan rela diberikan. Bahkan mereka akan menangis sejadi-jadinya apabila sepotong roti itu tidak diberikan.

Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya, itulah pikiran yang menggelayuti hatiku saat itu. Mungkin bila aku kaya akan ada perut yang kenyang, ada yang ketakutan menjadi tenang, yang sendirian akan ditemani.

Aku hanya berlindung dari permintaan yang kami tidak tahu baik buruknya. Orang yang cerdas dari umat Nabi ini pernah menyatakan bahwa tidak ada bedanya miskin ataupun kaya. Karena kalau miskin artinya harus bersabar. Dan kalau kaya maka harus bersyukur.

Namun bagiku saat ini, kekayaan yang bisa memberikan manfaat besar kepada orang lain lebih baik dari pada hidup miskin meskipun soleh. Harta yang banyak akan menjadi manfaat bagi banyak orang apabila ada di tangan orang soleh. Semoga Allah menjadikan kita orang sholeh yang kuat dan dapat dipercaya.

Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya
Hingga Aku Berpikir Aku Harus Kaya

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.