Apa Dasar Hukum Kewajiban Berpuasa Ramadhan?

by Wita Saida , at Maret 24, 2017
Dasar hukum berpuasa adalah Al-Qur'an dan Al-Hadits. Tentunya ayat Al-Quran yang mengandung ajaran puasa ini sudah populer. Kalau Ramadan pasti ayat ini selalu dibaca. Sehingga dengan demikian banyak orang menjadi hapal.

Bukan kapasitas kami menerangkan tentang hal ini. Artikel ini hanyalah berisi catatan kami tentang kewajiban puasa Ramadan. Bila lebih pas yang akan disampaikan ini adalah kesan pribadi atau pendapat pribadi tentang tema ini.

Baca juga What is The Meaning of Ramadhan Mubarak?

Apa Dasar Hukum Kewajiban Berpuasa Ramadhan?
Apa Dasar Hukum Kewajiban Berpuasa Ramadhan?

Meskipun sebenarnya tidak boleh seseorang mengatakan sesuatu yang tidak diketahuinya. Apalagi berbicara tentang agama. Tentunya hanya yang ahli yang boleh bicara banyak tentang ini. Adapun kami yang awam hanya memberikan kesan pribadi yang jauh dari dikatakan tafsir.

Dalam ayat 183 Surah Al-Baqarah tertulis kalimat kutiba yang artinya diwajibkan. Secara terjemah diartikan dituliskan. Kesan saya ini berarti aturan yang telah ditetapkan menjadi kewajiban dan norma yang berlaku untuk kalangan muslim.

Menurut ahli bahasa dalam redaksi ayat tersebut tidak disebutkan pelakunya atau fa'il. Mengapa demikian? Saya tidak tahu jawabannya. Adapun kesan saya barang kali karena puasa ini manfaatnya sudah terbukti sehingga seolah-olah puasa ini gerak reflek dan aktivitas yang wajib dilakukan apabila ingin mendapatkan banyak kebaikan.

Demikain catatan ini semoga ada benarnya. Bila pun tidak ada guna dan banyak cacatnya alangkah baiknya ada koreksi dari para ahli sekalian. Untuk dasar hukum haditsnya in sya Allah akan kami cantumkan menyusul.
Apa Dasar Hukum Kewajiban Berpuasa Ramadhan?
Apa Dasar Hukum Kewajiban Berpuasa Ramadhan? - written by Wita Saida , published at Maret 24, 2017, categorized as Tafsir
Comment disabled
Copyright ©2013 Sarip Hidayat by
Theme designed by Damzaky - Published by BLOG MR.W
Powered by Blogger