Mutiara yang Terbuang

Kita telah berbicara banyak tentang pendidikan karakter bangsa
Pemikiran dan ide telah kita curahkan.
Kelemahan dan kekurangan telah kita upayakan untuk menutup celah itu.
Dunia pendidikan memang memerlukan orang-orang sepertimu.

Kita tahu, bahwa bukan timur dan barat yang penting.
Namun sekali lagi, arah itu sangat penting.
Kemanakah akan kita tujukan kemudi ini.
Ke barat atau ke timur masuk daftar pertanyaan.

Mutiara yang Terbuang
Pengepul Mutiara

Sebenarnya,
Kita telah melupakan gaya pendidikan yang bagus.
Mudah dilakukan dan murah.
Pendidikan karakter bukan hanya perlu dana.
Namun kepemimpinanan dan keteladanan.

Jangan-jangan kekurangan ini bukan dari man-mana datangnya.
Namun sumber pasti bisa saja satu kata.
Yaitu kita.

Adakah mutiara yang kita buang.
Padahal telah kita gengam sejak lama.
Karena kebodohan lalu kita lemparkan.
Sementara sang penipu tersenyum lebar.

Dasar kita yang dungu.
Tidak tahu mana loyang dan mana emas.
Ternyata tidak semua yang kuning itu emas.
Termasuk diam dalam kebodohan.

Adakah kilauan mutiara masih dalam hati kita?!
Bila jawabannya ada apakah ia tergadai.
Karena tidak kita temukan.
Seberkas cahaya di gelap malam.

Kita pernah bangga.
Modernisasi menghampiri.
Kebebasan berpikir telah didapat.
Namun setelah panjang tersadar.
Kita tidak tahu siapa diri kita.

Telah kita tembus langit tinggi.
Awan putih pun di bawah kaki kita.
Telah kita lubangi dasar bumi.
Namun tetap tidak tahu akan ke mana setelah ini.

Kita sering berbangga.
Dengan ilmu yang kita punya.
Berfilsafat bersilat bahasa.
Dan kita tahu kaki sebelah jalan tersesat.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.