Jangan Lestarikan Mental Kuli Babu Pada Generasi Bangsa Indonesia

Revolusi mental macam apalagi yang harus dilakukan? Salah satunya harus merevolusi mental kuli babu  yang masih ,merajalela di kalangan kita dan generasi kita ini. Buktinya sekolah tinggi-tinggi namun pada akhirnya tidak mampu memberdayakan diri sendiri. 

Akan lain halnya apabila bekerja pada perusahaan seseorang atau pabriknya seseorang dengan maksud untuk mengambil ilmu dan alih teknologi. Namun saya yang terjadi adalah merasa nyaman menjadi kuli babu yang terus saja dipertahankan.

Saya ingin menyoroti lagi gejala umum yang terjadi di dunia pendidikan kita ini. Tidak usah anda pungkiri kenyataan yang terjadi di depan mata kita. Anak-anak yang sedang sekolah kini sedang memikirkan akan kerja di mana. 

Mana mental baja itu? Mana mental wiraswasta itu? Bahkan terjadi pada sekolah-sekolah yang seharusnya mampu melahirkan pengusaha-pengusaha besar yang akan merambah pasar-pasar bebas dengan produk yang diciptakannya, namun kenyataannya adalah mereka lebih bangga bila berhasil dapat pekerjaan di perusahaan anu dan anu di dalam dan luar negeri sementara mereka yang pintar-pintar itu tidak mampu membuat perusahaan sendiri yang mampu mencetak pengusaha-pengusaha berikutnya.

Bila terjadi demikian maka yang terjadi adalah penjajahan baru yang berkedok pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Mental mengandalkan orang lain yang belum tentu lebih cerdas dari pada dirinya sendiri. Akhirnya siapa yang bisa duduk di jajaran depan itu? Bukan dirinya. Tapi orang lain yang otaknya ia tahu lebih rendah darinya dan akhlak lebih bobrok darinya juga.


Jangan Lestarikan Mental Kuli Babu Pada Generasi Bangsa Indonesia
Grand Rocky Hotel Bukittinggi

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.